Minggu, 15 Oktober 2017

Apakah Arti Khusyu' Dalam Shalat Dan Bagaimana Cara Mencapainya?

Apakah Arti Khusyu' Dalam Shalat Dan Bagaimana Cara Mencapainya?

 

 

          Tuntunan Agama Islam - Khusyu' dalam shalat merupakan salah-satu tanda orang-orang yang berimรขn kepada Allรขh, sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Mu'minรปn ayat 1 dan 2:

ู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽูู’ู„ูŽุญูŽ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููˆู’ู†ูŽ ุŒ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ู‡ูู…ู’ ูููŠ ุตูŽู„ุงูŽุชูู‡ูู…ู’ ุฎูŽุงุดูุนููˆู’ู†ูŽ             

Arinya:

"Sungguh berbahagialah orang-orang yang berimรขn. (Yaitu) orang-orang yang khusyรป dalam shalatnya".

Ayat ini secara tegas menyatakan, betapa berbahagianya orang-orang yang berimรขn itu, yaitu mereka yang melaksanakan shalat dengan khusyรป'. Namun, masih banyak di antara kaum Muslimรฎn yang belum mengerti dan memahami apa arti khusyรป' dan bagaimana upaya untuk meraihnya.

Khusyรป' (ุฎูููุดููˆู’ุน)  berasal dari kata Khasya'a (ุฎูŽุดูŽุน  ) yang artinya dari segi bahasa:

ูŽุชูŽุทูŽุฃูŽู…ูŽู†ูŽ ูˆูŽ ุฐูŽู„ู‘ูŽ ูˆูŽ ุฎูŽุถูŽุนูŽ           

Artinya :

"Tunduk, merendah dan menyerah".

Namun, yang dimaksud di sini bukan secara lahiriyah, akan tetapi tunduk, merendah dan menyerah secara bathiniyyah; yaitu tunduk, merendah dan menyerahnya hati atau qalbu. Karena khusyรป' itu tempatnya di dalam hati, sebagaimana ditegaskan oleh Al-Imรขm Al-Qurthubรฎ:

ูˆูŽ ุงู„ู’ุฎูุดููˆู’ุนู ู…ูŽุญู’ู„ูู‡ู ุงู„ู’ู‚ูŽู„ู’ุจู           

Artinya :

"Adapun khusyรป' tempatnya di dalam hati".

(Tafsรฎr Al-Qurthubรฎ jilid VI hal. 414)

Jadi, shalat yang khusyรป' adalah shalat yang dilakukan penghayatan yaitu dengan menghadirkan hati yang tunduk, merendah dan menyerah sepenuhnya kepada Allรขh. Dan ini tidak mungkin dicapai kecuali dengan memahami arti dari bacaan yang dibaca dalam shalat dan juga dengan pelaksanaan shalat yang sesuai dengan tuntunan Sunnah Rasรปlullรขh saw. Untuk itu seorang muslim/muslimah harus benar-benar serius mempelajari tata-cara shalat Rasรปlullรขh saw. melalui hadits-hadits yang shahรฎh atau kitab-kitab yang memang  membahas soal tersebut dengan cermat.

Akan tetapi perlu diketahui, meskipun seseorang sudah mengerti arti bacaan-bacaan yang dibaca dalam shalat dan juga sudah berupaya melaksanakannya sesuai dengan petunjuk Rasรปlullรขh saw., namun tetap sulit untuk mencapai ke-khusyรป'an yang sempurna, karena syatihรขn terus menerus mengganggunya ketika ia shalat, sebagaimana disebutkan oleh Rasรปlullรขh saw.:

ูŽุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฅูุฐูŽุง ู‚ูุถููŠูŽ ุงู„ุชู‘ูŽุซู’ูˆููŠู’ุจู ุฃูŽู‚ู’ุจูŽู„ูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุฎู’ุทูุฑู  ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ูˆูŽ ู†ูŽูู’ุณูู‡ู  ูŠูŽู‚ููˆู’ู„ู ู„ูŽู‡ู:ุฃุฐู’ูƒูุฑู’ ูƒูŽุฐูŽุง ูˆูŽ ุงุฐู’ูƒูุฑู’ ูƒูŽุฐุงูŽ ู„ูู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑู ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ู ุŒ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุธูŽู„ู‘ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู  ู…ูŽุง ูŠูŽุฏู’ุฑููŠ ูƒูŽู…ู’ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰                                                                           

Artinya :

"...Sehingga ketika selesai qamat, syaithรขn pun datang lagi, kemudian ia membisik-bisikkan kepada seseorang -- yang sedang shalat -- , yaitu ke dalam hatinya. Syaithรขn berkata kepada orang itu: "Ingatlah ini, ingatlah itu".  -- Dibisikkannya -- apa saja yang tidak diingat orang itu sebelumnya, sehingga orang itu tidak tahu lagi sudah berapa raka'at shalatnya".

(H.R. Muslim. Lihat Syarah Muslim juz IV hal. 91)

            Kita semua tentu sering mengalami hal seperti ini, yaitu kita lupa sudah berapa raka'atkah shalat yang kita kerjakan. Ini membuktikan adanya gangguan syaithรขn sebagaimana disebutkan oleh hadits di atas. Jadi bagaimana meraih khusyรป' dalam shalat?

            Sebagian orang mengatakan, bahwa khusyรป' dalam shalat hanya bisa diraih oleh orang-orang yang memiliki hati yang khusyรป' di luar shalat; yaitu hati yang yakin akan berjumpa dengan Allรขh dan akan kembali kepada-Nya, sebaimana firman Allรขh:

ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุธูู†ู‘ููˆู’ู†ูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ู…ูู„ุงูŽู‚ููˆู’ุง  ุฑูŽุจู‘ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฑูŽุงุฌูุนููˆู’ู†ูŽ              

Artinya :

"(Yaitu) orang-orang yang yakin sesungguhnya mereka akan berjumpa dengan Rabb  mereka, dan sesungguhnya mereka akan kembali kepada-Nya".

(Surah Al-Baqarah (2):45)

Al-Imรขm Ibnu Katsรฎr berkata dalam "Tafsรฎrnya"tentang mereka yang disebut dalam ayat ini:

"Mereka mengerti, bahwa mereka akan dikumpulkan pada hari qiyamat, dan semua persoalan mereka akan dikembalikan kepada kehendak Allรขh, dan Dia akan memberi keputusan sesuai dengan keadilan-Nya. Jadi, apabila manusia telah meyakini akan hari qiyamat sebagai hari pembalasan, akan mudahlah bagi mereka melaksanakan keta'atan -- kepada Allรขh -- dan meninggalkan semua perbuatan munkar (kemunkaran)".

            Mereka yang seperti inilah yang dapat meraih ke-khusyรป'an dalam shalatnya. Jadi, orang yang hatinya masih setengah-setengah keyakinannya pada akhirat, apalagi masih sangat cenderung terhadap kehidupan dunia, sulitlah baginya untuk meraih ke-khusyรป'an dalam shalat.

(Wallรขhu A'lam)

Kamis, 12 Oktober 2017

Fadhilah Keutamaan Membaca Ayat Kursi

Fadhilah Keutamaan Membaca Ayat Kursi

Ayat Kursi adalah ayat ke-255 dari Surah Al-Baqoroh. Ayat ini disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ubay bin Kaโ€™ab sebagai ayat paling agung dalam Al-Qurโ€™an.

Isinya tentang keesaan Alloh SWT serta kekuasaan-Nya yang mutlak atas segala sesuatu dan bahwa Alloh SWT tidak kesulitan sedikitpun dalam memeliharanya.
Ayat Kursi ini diturunkan setelah hijrah. Semasa penurunannya ia telah diiringi oleh beribu-ribu malaikat karena kehebatan dan kemuliaannya. syaitan dan iblis juga menjadi gempar karena adanya satu perintang dalam perjuangan mereka.
Bacaan Arti Terjemahan Ayat Kursi
Rosululloh Muhammad SAW dengan segera memerintahkan Zaid bin Tsabit menulis serta menyebarkannya Ayat Kursi.

Ayat Kursi
Alloh, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup Kekal, Yang Berdiri Sendiri; tidak mengantuk dan tidak tidur; Kepunyaan-Nya segala yang di langit dan di bumi; Tiada yang dapat memberi syafaโ€™at di sisi Alloh tanpa izin-Nya. Alloh mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Alloh melainkan apa yang dikehendaki-Nya.

Kursi (Majelis ilahiah / Kekuasaan) Alloh meliputi langit dan bumi. Dan Alloh tidak merasa berat memelihara keduanya dan DIA Maha Tinggi lagi Maha Agung.
Keutamaan Membaca Ayat Kursi
โ€œBarangsiapa yang membaca Ayat Kursi dengan khusyuk setiap kali selepas sembahyang fardhu, setiap pagi dan petang, setiap kali keluar masuk rumah atau hendak musafir, Insya-Alloh akan terpeliharalah dirinya dari godaan syaitan, kejahatan manusia, binatang buas yang akan memudaratkan dirinya bahkan keluarga, anak-anak, harta bendanya juga akan terpelihara dengan izin Alloh SWT menurut keterangan dari kitab Asroorul Mufidah.โ€

โ€œBarangsiapa mengamalkan membaca Ayat Kursi setiap hari sebanyak 18 kali maka akan dibukakan dadanya dengan berbagai hikmah, dimurahkan rezekinya, dinaikkan darjatnya dan diberikannya pengaruh sehingga semua orang akan menghormatinya serta terpelihara ia dari segala bencana dengan izin Alloh.โ€

Syeikh Abu Abbas menerangkan, siapa yang membacan Ayat Kursi sebanyak 50 kali lalu ditiupkannya pada air hujan kemudian diminumnya, insya-Alloh, Alloh akan mencerdaskan akal fikirannya serta memudahkannya menerima ilmu pengetahuan.

Hadits tentang Fadhilah Keutamaan Ayat Kursi
โ€œBarangsiapa pulang ke rumahnya serta membaca Ayat Kursi, Alloh hilangkan segala kefakiran di depan matanya.โ€

Sabda baginda lagi:
Umatku yang membaca Ayat Kursi 12 kali pada pagi Jumโ€™at, kemudian berwudhu dan sholat sunnah dua rokaโ€™at, Alloh memeliharanya daripada kejahatan syaitan dan kejahatan pembesar.

โ€œOrang yang selalu membaca Ayat Kursi dicintai dan dipelihara Alloh sebagaimana DIA memelihara Nabi Muhammad SAW.โ€

โ€œMereka yang beramal dengan bacaan Ayat Kursi akan mendapat pertolongan serta perlindungan Alloh daripada gangguan serta hasutan syaitan.โ€

โ€œPengamal Ayat Kursi juga, dengan izin Alloh akan terhindar daripada pencerobohan pencuri. Ayat Kursi menjadi benteng yang kuat mencegah pencuri daripada memasuki rumah.โ€

โ€œMengamalkan bacaan ayat Kursi juga akan memberikan keselamatan ketika dalam perjalanannya.โ€
โ€œAyat Kursi yang dibaca dengan penuh khusyuk, Insya-Alloh, bisa menyebabkan syaitan dan jin terbakar.โ€

โ€œJika berpindah ke rumah baru maka pada malam pertama menduduki rumah itu sebaiknya membaca Ayat Kursi 100 kali, insya-Alloh mudah-mudahan sekeluarga terhindar daripada gangguan lahir dan batin.โ€

โ€œBarangsiapa membaca Ayat Kursi apabila berbaring di tempat tidurnya, Alloh mewakilkan 2 orang Malaikat memeliharanya hingga subuh.โ€

โ€œBarangsiapa membaca Ayat Kursi di akhir setiap sholat Fardhu, ia akan berada dalam perlindungan Alloh hingga sholat berikutnya.โ€

โ€œBarangsiapa membaca Ayat Kursi di akhir tiap sholat, tidak akan dicegah dia daripada masuk syurga kecuali maut, dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur, Alloh memelihara akan dia ke atas rumahnya, rumah tetangganya & ahli rumah-rumah disekitarnya.โ€

โ€œBarangsiapa membaca Ayat Kursi diakhir tiap-tiap sholat Fardhu, Alloh menganugerahkan dia hati-hati orang yang bersyukur perbuatan2 orang yang benar, pahala Nabi2 juga Alloh melimpahkan padanya Rahmat.โ€

โ€œBarangsiapa membaca Ayat Kursi sebelum keluar rumahnya, maka Alloh mengutuskan 70.000 Malaikat kepadanya, mereka semua memohon keampunan dan mendoakan baginya.โ€

โ€œBarangsiapa membaca Ayat Al-Kursi di akhir sembahyang Alloh azza wajalla akan mengendalikan pengambilan ruhnya dan ia adalah seperti orang yang berperang bersama Nabi Alloh sehingga mati syahid.โ€

โ€œBarang siapa yang membaca Ayat Kursi ketika dalam kesempitan niscaya Alloh berkenan memberi pertolongan kepadanya.โ€

Dari โ€˜Ali bin Abi Tholib k.w :
Ilmu terbagi menjadi dua, yang didapatkan dengan mengikuti (โ€œmathbuโ€) dan yang didapatkan dengan belajar (โ€œmasmuโ€), sedangkan ilmu yang didapatkan dengan belajar (โ€œmasmuโ€) tidak akan bermanfaat jika ia tidak dilaksanakan/diikuti (โ€œmathbuโ€)

Dari โ€˜Ali bin Abi Tholib k.w :
Jika perkataan keluar dari Hati, maka akan berpengaruh pada Hati, jika perkataan keluar dari lidah, maka ia tidak akan sampai ke telinga
Dari Abdullah bin โ€˜Amr r.a., Rosullulloh Muhammad SAW bersabda:
SAMPAIKANLAH PESANKU WALAUPUN SATU AYATโ€ฆ.
Wallohu Aโ€™lam.
Semoga Bermanfaat.

Minggu, 08 Oktober 2017

Ayat Sajdah (ุงูฐูŠุฉ ุงู„ุณุฌุฏุฉ)

Ayat Sajdah (ุงูฐูŠุฉ ุงู„ุณุฌุฏุฉ)

adalah ayat-ayat tertentu dalam Al Qur'an yang bila dibaca disunnahkan bagi yang membaca dan mendengarnya untuk melakukan sujud tilawah.

Ayat-ayat sajdah tersebar di beberapa surah dalam Alquran, yaitu pada salah satu ayat dalam surah Al-A'raf,Ar-Ra'd, An-Nahl, Al-Isra', Maryam, Al-Furqan, An-Naml, As-Sajdah, Fussilat, An-Najm, Al-Insyiqaq, Al-'Alaq serta surah Al-Hajj yang memiliki dua ayat sajdah. 

Ayat-ayat sajdah

Ayat-ayat dimaksud antara lain 

Ayat ke-206 dari Surah Al-A'raf

ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุฑูŽุจูู‘ูƒูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽุณู’ุชูŽูƒู’ุจูุฑููˆู†ูŽ ุนูŽู†ู’ ุนูุจูŽุงุฏูŽุชูู‡ู ูˆูŽูŠูุณูŽุจูู‘ุญููˆู†ูŽู‡ู ูˆูŽู„ูŽู‡ู ูŠูŽุณู’ุฌูุฏููˆู†ูŽ

Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya lah mereka bersujud.

Ayat ke-15 dari Surah Ar-Ra'd

ูˆูŽู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ูŠูŽุณู’ุฌูุฏู ู…ูŽู†ู’ ูููŠ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ุทูŽูˆู’ุนู‹ุง ูˆูŽูƒูŽุฑู’ู‡ู‹ุง ูˆูŽุธูู„ูŽุงู„ูู‡ูู…ู’ ุจูุงู„ู’ุบูุฏููˆูู‘ ูˆูŽุงู„ู’ุขุตูŽุงู„ู

Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri atau pun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.

Ayat ke-50 dari Surah An-Nahl

ูŠูŽุฎูŽุงูููˆู†ูŽ ุฑูŽุจูŽู‘ู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ ููŽูˆู’ู‚ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽูู’ุนูŽู„ููˆู†ูŽ ู…ูŽุง ูŠูุคู’ู…ูŽุฑููˆู†ูŽ

Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).

Ayat ke-109 dari Surah Al-Isra'

ูˆูŽูŠูŽุฎูุฑูู‘ูˆู†ูŽ ู„ูู„ู’ุฃูŽุฐู’ู‚ูŽุงู†ู ูŠูŽุจู’ูƒููˆู†ูŽ ูˆูŽูŠูŽุฒููŠุฏูู‡ูู…ู’ ุฎูุดููˆุนู‹ุง

Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk.

Ayat ke-58 dari Surah Maryam

ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุฃูŽู†ู’ุนูŽู…ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ูŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฐูุฑูู‘ูŠูŽู‘ุฉู ุขุฏูŽู…ูŽ ูˆูŽู…ูู…ูŽู‘ู†ู’ ุญูŽู…ูŽู„ู’ู†ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ู†ููˆุญู ูˆูŽู…ูู†ู’ ุฐูุฑูู‘ูŠูŽู‘ุฉู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ ูˆูŽุฅูุณู’ุฑูŽุงุฆููŠู„ูŽ ูˆูŽู…ูู…ูŽู‘ู†ู’ ู‡ูŽุฏูŽูŠู’ู†ูŽุง ูˆูŽุงุฌู’ุชูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฅูุฐูŽุง ุชูุชู’ู„ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุขูŠูŽุงุชู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ุฎูŽุฑูู‘ูˆุง ุณูุฌูŽู‘ุฏู‹ุง ูˆูŽุจููƒููŠู‹ู‘ุง

Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israel, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.

Ayat ke-18 dari Surah Al-Hajj

ุฃูŽู„ูŽู…ู’ ุชูŽุฑูŽ ุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูŠูŽุณู’ุฌูุฏู ู„ูŽู‡ู ู…ูŽู†ู’ ูููŠ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ูˆูŽุงู„ุดูŽู‘ู…ู’ุณู ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูŽู…ูŽุฑู ูˆูŽุงู„ู†ูู‘ุฌููˆู…ู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูุจูŽุงู„ู ูˆูŽุงู„ุดูŽู‘ุฌูŽุฑู ูˆูŽุงู„ุฏูŽู‘ูˆูŽุงุจูู‘ ูˆูŽูƒูŽุซููŠุฑูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ูˆูŽูƒูŽุซููŠุฑูŒ ุญูŽู‚ูŽู‘ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู’ุนูŽุฐูŽุงุจู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูู‡ูู†ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ููŽู…ูŽุง ู„ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ู…ููƒู’ุฑูู…ู ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูŠูŽูู’ุนูŽู„ู ู…ูŽุง ูŠูŽุดูŽุงุกู

Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barang siapa yang dihinakan Allah maka tidak seorang pun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.

Ayat ke-77 dari Surah Al-Hajj

ูŠูŽุงุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุฑู’ูƒูŽุนููˆุง ูˆูŽุงุณู’ุฌูุฏููˆุง ูˆูŽุงุนู’ุจูุฏููˆุง ุฑูŽุจูŽู‘ูƒูู…ู’ ูˆูŽุงูู’ุนูŽู„ููˆุง ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑูŽ ู„ูŽุนูŽู„ูŽู‘ูƒูู…ู’ ุชููู’ู„ูุญููˆู†ูŽ

Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.

Ayat ke-60 dari Surah Al-Furqan

ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู‚ููŠู„ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู ุงุณู’ุฌูุฏููˆุง ู„ูู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ู‚ูŽุงู„ููˆุง ูˆูŽู…ูŽุง ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ุฃูŽู†ูŽุณู’ุฌูุฏู ู„ูู…ูŽุง ุชูŽุฃู’ู…ูุฑูู†ูŽุง ูˆูŽุฒูŽุงุฏูŽู‡ูู…ู’ ู†ููููˆุฑู‹ุง

Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Sujudlah kamu sekalian kepada Yang Maha Penyayang", mereka menjawab, "Siapakah yang Maha Penyayang itu? Apakah kami akan sujud kepada Tuhan Yang kamu perintahkan kami (bersujud kepada-Nya)?", dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman).

Ayat ke-26 dari Surah An-Naml

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ู‡ููˆูŽ ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุนูŽุฑู’ุดู ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู…ู

"Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai Arsy yang besar."

Ayat ke-15 dari Surah As-Sajdah

ุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุจูุขูŠูŽุงุชูู†ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฐููƒูู‘ุฑููˆุง ุจูู‡ูŽุง ุฎูŽุฑูู‘ูˆุง ุณูุฌูŽู‘ุฏู‹ุง ูˆูŽุณูŽุจูŽู‘ุญููˆุง ุจูุญูŽู…ู’ุฏู ุฑูŽุจูู‘ู‡ูู…ู’ ูˆูŽู‡ูู…ู’ ู„ูŽุง ูŠูŽุณู’ุชูŽูƒู’ุจูุฑููˆู†ูŽ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, sedang mereka tidak menyombongkan diri.

Ayat ke-38 dari Surah Fussilat

ููŽุฅูู†ู ุงุณู’ุชูŽูƒู’ุจูŽุฑููˆุง ููŽุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุฑูŽุจูู‘ูƒูŽ ูŠูุณูŽุจูู‘ุญููˆู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุจูุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ู ูˆูŽุงู„ู†ูŽู‘ู‡ูŽุงุฑู ูˆูŽู‡ูู…ู’ ู„ูŽุง ูŠูŽุณู’ุฃูŽู…ููˆู†ูŽ

Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka (malaikat) yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu.

Ayat ke-62 dari Surah An-Najm

ููŽุงุณู’ุฌูุฏููˆุง ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุงุนู’ุจูุฏููˆุง

Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).

Ayat ke-21 dari Surah Al-Insyiqaq

ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูุฑูุฆูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ู„ูŽุง ูŠูŽุณู’ุฌูุฏููˆู†ูŽ

Dan apabila al-Qur'an dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud,

Ayat ke-19 dari Surah Al-'Alaq

ูƒูŽู„ูŽู‘ุง ู„ูŽุง ุชูุทูุนู’ู‡ู ูˆูŽุงุณู’ุฌูุฏู’ ูˆูŽุงู‚ู’ุชูŽุฑูุจู’

sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan),

Ayat ke-24 dari Surah Sad

ูˆูŽูŠูŽุฎูุฑูู‘ูˆู†ูŽ ู„ูู„ู’ุฃูŽุฐู’ู‚ูŽุงู†ู ูŠูŽุจู’ูƒููˆู†ูŽ ูˆูŽูŠูŽุฒููŠุฏูู‡ูู…ู’ ุฎูุดููˆุนู‹ุง

Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk.

Bacaan Sujud Tilawah, Sujud Sahwi dan Sujud Syukur.

Bacaan Sujud Tilawah, Sujud Sahwi dan Sujud Syukur.

SUJUD TILAWAH

Sujud tilawah yaitu sujud karena membaca atau mendengar ayat-ayat Al-Qurโ€™an tertentu, yakni yang dinamakan ayat-ayat sajadah. Bacaan sujud tilawah

:ุณูŽุฌูŽุฏูŽ ูˆูŽุฌู’ู‡ูู‰ ู„ูู„ูŽู‘ุฐูู‰ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽู‡ู ูˆูŽุตูŽูˆูŽู‘ุฑูŽู‡ู ูˆูŽุดูŽู‚ูŽู‘ ุณูŽู…ู’ุนูŽู‡ู ูˆูŽุจูŽุตูŽุฑูŽู‡ู ุชูŽุจูŽุงุฑูŽูƒูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽุญู’ุณูŽู†ู ุงู„ู’ุฎูŽุงู„ูู‚ููŠู†ูŽโ€œ

Sajada wajhi lilladzi kholaqohu, wa showwarohu, wa syaqqo samโ€™ahu, wa bashorohu. Tabarakallahu ahsanul kholiqiin.โ€

Artinya:โ€Wajahku bersujud kepada Penciptanya, yang Membentuknya, yang Membentuk pendengaran dan penglihatannya. Maha Suci Allah Sebaik-baik Pencipta.โ€

SUJUD SAHWI

Sujud sahwi yaitu sujud yang dilakukan orang yang shalat, sebanyak dua kali untuk menutup kekurangan yang terjadi dalam pelaksanaan shalat, baik kekurangan rakaโ€™at, kelebihan rakaโ€™at, atau karena ragu-ragu yang disebabkan karena lupa.

Bacaan sujud sahwi

:ุณุจุญุงู† ุงู„ุฐูŠ ู„ุง ูŠู†ุงู… ูˆู„ุง ูŠุณู‡ูˆโ€

Subhaa nalladzi laa yanaa mu wa laa yas huโ€

Artinya:โ€œMaha Suci Allah yang tidak tidur dan tidak lupa.โ€

Untuk lebih lengkapnya silahkan baca disini:

SUJUD SYUKUR

Sujud syukur yaitu sujud yang dilakukan karena kita menerima kenikmatan atau mendengar berita yang menggembirakan. Bacaan sujud syukur

:ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽูƒูŽ ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุงูŽู†ู’ุชูŽ ุฑูŽุจูู‘ูŠ ุญูŽู‚ูŽู‘ุง ุญูŽู‚ูŽู‘ุงุŒ ุณูŽุฌูŽุฏู’ุชู ู„ูŽูƒูŽ ูŠูŽุงุฑูŽุจูู‘ ุชูŽุนูŽุจูู‘ุฏู‹ุง ูˆูŽุฑูู‚ู‹ู‘ุง. ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุงูู†ูŽู‘ ุนูŽู…ูŽู„ููŠ ุถูŽุนููŠู’ููŒ ููŽุถูŽุงุนููู’ ู„ููŠ. ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ู‚ูู†ููŠ ุนูŽุฐูŽุงุจูŽูƒูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูุจู’ุนูŽุซู ุนูุจูŽุงุฏููƒูŽ ูˆูŽุชูุจู’ ุนูŽู„ูŽูŠูŽู‘ ุงูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุงูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ุชูŽู‘ูˆูŽู‘ุงุจู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู’ู…ู.โ€

Subhรขnakallรขhumma Anta Rabbรฎ haq-qan haqqรข, sajadtu laka yรข Rabbรฎ ta-โ€™abbudan wa riqqรข. Allรขhumma inna โ€˜amalรฎ dhaโ€™รฎfun fadhaโ€™i lรฎ. Allรขhumma qinรฎ โ€˜adzรขbaka yawma tubโ€™atsu โ€˜ibรขduka wa tub โ€˜alayya innaka Antat tawwรขbur Rahรฎm.โ€

Artinya:โ€Maha Suci Engkau. Ya Allah, Engkaulah Tuhaku yang sebenarnya, aku sujud kepada-Mu ya Rabbi sebagai pengabdian dan penghambaan. Ya Allah, sungguh amalku lemah, maka lipat gandakan pahalanya bagiku. Ya Allah, selamatkan aku dari siksa-Mu pada hari hamba-hamba-Mu dibangkitkan, terimalah taubatku, sesunguhnya Engkau Maha Menerima taubat dan Maha Penyayang.โ€

Dikumpulkan dari berbagai sumber

Panduan Sujud Tilawah Ayat-Ayat Sajadah

Panduan Sujud Tilawah
Ayat-Ayat Sajadah

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Alhamdulillah, tulisan kali ini adalah bahasan tentang  sujud tilawah. Tulisan kali ini masih melanjutkan tata cara sujud tilawah dan terakhir akan disinggung di manakah saja letak ayat-ayat sajadah. Semoga bermanfaat.

Hukum Sujud Tilawah Ditujukan pada Siapa Saja?

[1]. Sujud tilawah ditujukan untuk orang yang membaca Al Qurโ€™an dan ini berdasarkan kesepakatan para ulama, baik ayat sajadah dibaca di dalam shalat ataupun di luar shalat.

[2Lalu bagaimana untuk orang yang mendengar bacaan Qurโ€™an dan di sana terdapat ayat sajadah? Apakah dia juga dianjurkan sujud tilawah?

Dalam kasus kedua ini terdapat perselisihan di antara para ulama.

Pendapat pertama mengatakan bahwa orang yang mendengar bacaan ayat sajadah dianjurkan untuk sujud tilawah, walaupun orang yang membacanya tidak melakukan sujud. Pendapat pertama ini dipilih oleh Imam Abu Hanifah, Imam Asy Syafiโ€™i, dan salah satu pendapat Imam Malik.

Pendapat kedua mengatakan bahwa orang yang mendengar bacaan ayat sajadah ikut bersujud jika dia menyimak bacaan dan jika orang yang membaca ayat sajadah tersebut ikut bersujud. Pendapat kedua ini dipilih oleh Imam Ahmad dan salah satu pendapat Imam Malik. Inilah pendapat yang lebih kuat.

Dalil dari pendapat kedua ini adalah dua hadits shahih berikut:

Hadits Ibnu โ€˜Umar: โ€œNabi shallalahu โ€˜alaihi wa sallam pernah membaca Al Qurโ€™an yang di dalamnya terdapat ayat sajadah. Kemudian ketika itu beliau bersujud, kami pun ikut bersujud bersamanya sampai-sampai di antara kami tidak mendapati tempat karena posisi dahinya.โ€ (HR. Bukhari dan Muslim)

Ibnu Masโ€™ud pernah mengatakan pada Tamim bin Hadzlam yang saat itu adalah seorang pemuda (ghulam), -tatkala itu dia membacakan pada Ibnu Masโ€™ud ayat sajadah-,

ุงุณู’ุฌูุฏู’ ููŽุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุฅูู…ูŽุงู…ูู†ูŽุง ูููŠู‡ูŽุง

โ€œBersujudlah karena engkau adalah imam kami dalam sujud tersebut.โ€ (Diriwayatkan oleh Al Bukhari secara muโ€™allaq). Al Bukhari membawakan hadits Ibnu โ€˜Umar di atas dan riwayat Ibnu Masโ€™ud ini pada Bab โ€œSiapa yang sujud karena sujud orang yang membaca Al Qurโ€™an (ayat sajadah).โ€

Perhatian: Disyariatkan bagi orang yang mendengar bacaan ayat sajadah kemudian dia ikut bersujud adalah apabila orang yang diikuti termasuk orang yang layak jadi imam. Jadi, apabila orang yang diikuti tadi adalah anak kecil (shobiy) atau wanita, maka orang yang mendengar bacaan ayat sajadah tadi tidak perlu ikut bersujud. Inilah pendapat Qotadah, Imam Malik, Imam Asy Syafiโ€™i dan Ishaq. (Lihat Al Mughni, 3/98)

Bolehkah Melakukan Sujud Tilawah di Waktu Terlarang untuk Shalat?

Sujud tilawah boleh dilakukan di waktu terlarang untuk shalat. Alasannya, karena sujud tilawah bukanlah shalat. Sedangkan larangan shalat di waktu terlarang adalah larangan khusus untuk shalat. Inilah pendapat yang lebih kuat di antara pendapat para ulama. Inilah pendapat Imam Syafiโ€™i dan salah satu pendapat dari Imam Ahmad. Pendapat ini juga dipilih oleh Ibnu Hazm. (Lihat Shahih Fiqih Sunnah, 1/452)

Bagaimana Ketika Membaca Ayat Sajadah, Luput Dari Sujud Tilawah?

Dianjurkan bagi orang yang membaca ayat sajadah atau mendengarnya langsung bersujud setelah membaca ayat tersebut, walaupun mungkin telat beberapa saat. Namun, apabila sudah lewat waktu yang cukup lama antara membaca ayat dan sujud, maka tidak ada anjuran sujud sahwi karena dia sudah luput dari tempatnya. Inilah pendapat Syafiโ€™iyah dan Hanabilah. (Lihat Shahih Fiqih Sunnah, 1/452)

Sujud Tilawah Ketika Shalat

Dianjurkan bagi orang yang membaca ayat sajadah dalam shalat baik shalat wajib maupun shalat sunnah agar melakukan sujud tilawah. Inilah pendapat mayoritas ulama. Hal ini dianjurkan pada shalat jamaโ€™ah atau sendirian dan shalat siriyah (shalat dengan suara lirih seperti pada shalat zhuhur dan ashar) atau shalat jariyah (shalat dengan suara keras seperti pada shalat maghrib dan isya).

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจูู‰ ุฑูŽุงููุนู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽูŠู’ุชู ู…ูŽุนูŽ ุฃูŽุจูู‰ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุงู„ู’ุนูŽุชูŽู…ูŽุฉูŽ ููŽู‚ูŽุฑูŽุฃูŽ ( ุฅูุฐูŽุง ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู ุงู†ู’ุดูŽู‚ู‘ูŽุชู’ ) ููŽุณูŽุฌูŽุฏูŽ ููŽู‚ูู„ู’ุชู ู…ูŽุง ู‡ูŽุฐูู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุณูŽุฌูŽุฏู’ุชู ุจูู‡ูŽุง ุฎูŽู„ู’ููŽ ุฃูŽุจูู‰ ุงู„ู’ู‚ูŽุงุณูู…ู โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ ููŽู„ุงูŽ ุฃูŽุฒูŽุงู„ู ุฃูŽุณู’ุฌูุฏู ุจูู‡ูŽุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฃูŽู„ู’ู‚ูŽุงู‡ู

Dari Abu Rofiโ€™, dia berkata bahwa dia shalat Isyaโ€™ (shalat โ€˜atamah) bersama Abu Hurairah, lalu beliau membaca โ€œidzas samaaโ€™unsyaqqotโ€, kemudian beliau sujud. Lalu Abu Rofiโ€™ bertanya pada Abu Hurairah, โ€œApa ini?โ€ Abu Hurairah pun menjawab, โ€œAku bersujud di belakang Abul Qosim (Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam) ketika sampai pada ayat sajadah dalam surat tersebut.โ€ Abu Rofiโ€™ mengatakan, โ€œAku tidaklah pernah bersujud ketika membaca surat tersebut sampai aku menemukannya saat ini.โ€ (HR. Bukhari no. 768 dan Muslim no. 578)

Namun bagaimana jika shalatnya adalah shalat siriyah semacam shalat zhuhur dan shalat ashar? Pada shalat tersebut, makmum tidak mendengar kalau imam membaca ayat sajadah.

Sebagian ulama Hanabilah mengatakan bahwa imam terlarang untuk membaca ayat sajadah dalam shalat yang tidak dijaherkan suaranya (dikeraskan suaranya). Jika imam tersebut tetap membaca  ayat sajadah dalam shalat semacam itu,  maka tidak perlu ada sujud. Pendapat ini juga adalah pendapat Imam Abu Hanifah. Alasan dari pendapat ini adalah agar tidak membuat kebingungan pada makmum.

Namun ulama Syafiโ€™iyah tidaklah melarang hal ini. Karena tugas makmum hanyalah mengikuti imam. Jadi jika imam melakukan sujud tilawah, maka makmum hanya manut saja dan dia ikut sujud. Alasannya adalah sabda Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam,

ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุฌูุนูู„ูŽ ุงู„ุฅูู…ูŽุงู…ู ู„ููŠูุคู’ุชูŽู…ู‘ูŽ ุจูู‡ู ููŽุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุจู‘ูŽุฑูŽ ููŽูƒูŽุจู‘ูุฑููˆุง ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุณูŽุฌูŽุฏูŽ ููŽุงุณู’ุฌูุฏููˆุง

โ€œSesungguhnya imam itu untuk diikuti. Jika imam bertakbir, maka bertakbirlah. Jika imam sujud, maka bersujudlah.โ€ (HR. Bukhari dan Muslim)

Begitu pula apabila seorang makmum tatkala dia berada jauh dari imam sehingga tidak bisa mendengar bacaannya atau makmum tersebut adalah seorang yang tuli, maka dia harus tetap sujud karena mengikuti imam.

Pendapat kedua inilah yang lebih tepat. Inilah pendapat yang juga dipilih oleh Ibnu Qudamah. (Lihat Al Mughni, 3/104)

Terlarang Meloncati Ayat Sajdah Karena Alasan Supaya Tidak Sujud

Ibnu Qudamah mengatakan, โ€œDimakruhkan melakukan ikhtishorus sujud yaitu melompati ayat sajadah agar tidak bersujud. Yang berpendapat seperti ini adalah Asy Syaโ€™bi, An Nakhoโ€™i, Al Hasan, Ishaq. Sedangkan An Nuโ€™man, sahabatnya Muhammad dan Abu Tsaur memberi keringanan dalam hal ini.โ€ Ibnu Qudamah lalu mengatakan,

ูˆูŽู„ูŽู†ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุจูู…ูŽุฑู’ูˆููŠู‘ู ุนูŽู†ู’ ุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽูู ููุนู’ู„ูู‡ู ุŒ ุจูŽู„ู’ ูƒูŽุฑูŽุงู‡ูŽุชูู‡ู

โ€œMenurut kami, tidak ada diriwayatkan dari seorang salaf pun yang melakukan semacam ini (yaitu melompati ayat sajadah agar tidak melakukan sujud tilawah), bahkan mereka (para salaf) memakruhkan hal ini.โ€ (Lihat Al Mughni, 3/103)

Bagaimana Jika Ayat Sajadah Berada Di Akhir Surat?

Surat yang terdapat ayat sajadah di akhir adalah seperti surat An Najm ayat 62 dan surat Al โ€˜Alaq ayat 19. Maka ada tiga pilihan dalam kasus ini.

[Pilihan pertama]
Ketika membaca ayat sajadah lalu melakukan sujud tilawah kemudian setelah itu berdiri kembali dan membaca surat lain kemudian rukuโ€™.

Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh โ€˜Umar bin Khaththab. Ketika shalat shubuh, beliau membaca surat Yusuf pada rakaโ€™at pertama. Kemudian pada rakaโ€™at kedua, beliau membaca surat An Najm (dalam surat An Najm terdapat ayat sajadah, pen), lalu beliau sujud (yaitu sujud tilawah). Setelah itu, beliau bangkit lagi dari sujud kemudian berdiri dan membaca surat โ€œIdzas samaa-un syaqqotโ€ (Diriwayatkan oleh โ€˜Abdur Rozaq dan Ath Thohawiy dengan sanad yang shahih)

[Pilihan kedua] 
Jika ayat sajadah di ayat terakhir dari surat, maka cukup dengan rukuโ€™ dan itu sudah menggantikan sujud.

Ibnu Masโ€™ud pernah ditanyakan mengenai surat yang di akhirnya terdapat ayat sajadah, โ€œApakah ketika itu perlu sujud ataukah cukup dengan rukuโ€™?โ€ Ibnu Masโ€™ud mengatakan, โ€œJika antara kamu dan ayat sajadah hanya perlu rukuโ€™, maka itu lebih mendekati.โ€ (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang shahih)

[Pilihan ketiga] 
Jika ayat sajadah di ayat terakhir di suatu surat, ketika membaca ayat tersebut, lalu sujud tilawah, kemudian bertakbir dan berdiri kembali, lalu dilanjutkan dengan rukuโ€™ tanpa ada penambahan bacaan surat.

Dari tiga pilihan di atas, cara pertama adalah yang lebih utama. (Lihat Shahih Fiqih Sunnah, 453-454)

Bagaimana Jika Membaca Ayat Sajadah Di Atas Mimbar?

Jika ayat sajadah dibaca di atas mimbar, maka dianjurkan pula untuk melakukan sujud tilawah dan para jamaโ€™ah juga dianjurkan untuk sujud. Namun apabila sujud itu ditinggalkan, maka ini juga tidak mengapa. Hal ini telah ada riwayatnya sebagaimana terdapat pada riwayat Ibnu โ€˜Umar yang telah lewat.

Di Mana Sajakah Ayat Sajadah?

Ayat sajadah di dalam Al Qurโ€™an terdapat pada 15 tempat. Sepuluh tempat disepakati. Empat tempat masih dipersilisihkan, namun terdapat hadits shahih yang menjelaskan hal ini. Satu tempat adalah berdasarkan hadits, namun tidak sampai pada Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, akan tetapi sebagian melakukan sujud tatkala bertemu dengan ayat tersebut. (Lihat pembahasan ini di Shahih Fiqih Sunnah, 1/454-458)

Sepuluh ayat yang disepakati sebagai ayat sajadah

1.QS. Al Aโ€™rof ayat 206,
2.QS. Ar Roโ€™du ayat 15
3.QS. An Nahl ayat 49-50
4.QS. Al Isroโ€™ ayat 107-109
5.QS. Maryam ayat 58
6.QS. Al Hajj ayat 18
7.QS. Al Furqon ayat 60
8.QS. An Naml ayat 25-26
9.QS. As Sajdah ayat 15
10.QS. Fushilat ayat 38
(menurut mayoritas ulama),
QS. Fushilat ayat 37 (menurut Malikiyah)

Empat ayat yang termasuk ayat sajadah namun diperselisihkan, akan tetapi ada dalil shahih yang menjelaskannya

1.QS. Shaad ayat 24
2.QS. An Najm ayat 62 (ayat terakhir)
3.QS. Al Insyiqaq ayat 20-21
4.QS. Al โ€˜Alaq ayat 19 (ayat terakhir)

Satu ayat yang masih diperselisihkan dan tidak ada hadits marfuโ€™ (hadits yang sampai pada Nabi) yang menjelaskannya, yaitu surat Al Hajj ayat 77. Banyak sahabat yang menganggap ayat ini sebagai ayat sajadah semacam Ibnu โ€˜Umar, Ibnu โ€˜Abbas, Ibnu Masโ€™ud, Abu Musa, Abud Darda, dan โ€˜Ammar bin Yasar.

Ibnu Qudamah mengatakan,

ู„ูŽู…ู’ ู†ูŽุนู’ุฑููู’ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ู…ูุฎูŽุงู„ููู‹ุง ูููŠ ุนูŽุตู’ุฑูู‡ูู…ู’ ุŒ ููŽูŠูŽูƒููˆู†ู ุฅุฌู’ู…ูŽุงุนู‹ุง

โ€œKami tidaklah mengetahui adanya perselisihan di masa sahabat mengenai ayat ini sebagai ayat sajadah. Maka ini menunjukkan bahwa para sahabat telah berijmaโ€™ (bersepakat) dalam masalah ini.โ€ (Al Mughni, 3/88)

Demikian pembahasan mengenai sujud tilawah. Semoga risalah ini bisa menjadi ilmu bermanfaat bagi kita sekalian.  Ya Allah, berilah manfaat terhadap apa yang kami pelajari, ajarilah ilmu yang belum kami ketahui dan tambahkanlah selalu ilmu kepada kami.

Alhamdulillahilladzi bi niโ€™matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu โ€˜ala nabiyyina Muhammad wa โ€˜ala alihi wa shohbihi wa sallam.

 

Selasa, 03 Oktober 2017

Hukum Shalat Berjamaah di Masjid Bagi Wanita

Hukum Shalat Berjamaah di Masjid Bagi Wanita

PERTANYAAN :

Assalaamu alaikum. Apa hukumnya perempuan cantik pergi ke masjid untuk melakukan sholat berjamaah, sehingga menimbulkan fitnah ?

JAWABAN :

Wa'alaikumsalam. Dimakruhkan bagi wanita menghadiri jama'ah di masjid jika menimbulkan syahwat (fitnah) atau tidak menimbulkan syahwat tetapi memakai perhiasan, wangi-wangian yang dapat menarik perhatian lawan jenis. Dan haram bagi wanita menghadiri jama'ah di masjid tanpa izin walinya, suaminya, tuannya yang disertai ditakutkannya timbulnya fitnah. [ Lihat I'anatut tholibin 1/5, Hasyiyah al bajuri 1/193 ]

Kesimpulannya:

1.Bila tanpa seizin wali atau suami dan dikhawatirkan terjadi fitnah baik darinya atau kepadanya maka haram

2.Bila dengan izin namun ia termasuk wanita yang masih menimbulkan pesona syahwat maka makruh

3.Bila sudah tidak menimbulkan syahwat namun ia berhias atau memakai wewangian maka juga makruh

4.Bila dengan izin dan dia tidak menimbulkan pesona syahwat, tidak berhias, memakai wewangian maka boleh.

- โ€Iโ€™aanah at-Thoolibiin II/5 :

ูˆุฎุฑุฌ ุจุงู„ุฐูƒุฑ ุงู„ู…ุฑุฃุฉ ูุฅู† ุงู„ุฌู…ุงุนุฉ ู„ู‡ุง ููŠ ุงู„ุจูŠุช ุฃูุถู„ ู…ู†ู‡ุง ููŠ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ู„ุฎุจุฑ ู„ุง ุชู…ู†ุนูˆุง ู†ุณุงุกูƒู… ุงู„ู…ุณุฌุฏ ูˆุจูŠูˆุชู‡ู† ุฎูŠุฑ ู„ู‡ู† ู†ุนู… ูŠูƒุฑู‡ ู„ุฐูˆุงุช ุงู„ู‡ูŠุฆุงุช ุญุถูˆุฑ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ู…ุน ุงู„ุฑุฌุงู„ ู„ู…ุง ููŠ ุงู„ุตุญูŠุญูŠู† ุนู† ุนุงุฆุดุฉ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ุง ุฃู†ู‡ุง ู‚ุงู„ุช ู„ูˆ ุฃู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฑุฃู‰ ู…ุง ุฃุญุฏุซ ุงู„ู†ุณุงุก ู„ู…ู†ุนู‡ู† ุงู„ู…ุณุฌุฏ ูƒู…ุง ู…ู†ุนุช ู†ุณุงุก ุจู†ูŠ ุฅุณุฑุงุฆูŠู„ ูˆู„ู…ุง ููŠ ุฐู„ูƒ ู…ู† ุฎูˆู ุงู„ูุชู†ุฉ ูˆุนุจุงุฑุฉ ุดุฑุญ ู… ุฑ ูˆูŠูƒุฑู‡ ู„ู‡ุง ุฃูŠ ู„ู„ู…ุฑุฃุฉ ุญุถูˆุฑ ุฌู…ุงุนุฉ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ุฅู† ูƒุงู†ุช ู…ุดุชู‡ุงุฉ ูˆู„ูˆ ููŠ ุซูŠุงุจ ุจุฐู„ุฉ ุฃูˆ ุบูŠุฑ ู…ุดุชู‡ุงุฉ ูˆุจู‡ุง ุดูŠุก ู…ู† ุงู„ุฒูŠู†ุฉ ุฃูˆ ุงู„ุฑูŠุญ ุงู„ุทูŠุจ ูˆู„ู„ุฅู…ุงู… ุฃูˆ ู†ุงุฆุจู‡ ู…ู†ุนู‡ู† ุญูŠู†ุฆุฐ ูƒู…ุง ู„ู‡ ู…ู†ุน ู…ู† ุชู†ุงูˆู„ ุฐุง ุฑูŠุญ ูƒุฑูŠู‡ ู…ู† ุฏุฎูˆู„ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ูˆูŠุญุฑู… ุนู„ูŠู‡ู† ุจุบูŠุฑ ุฅุฐู† ูˆู„ูŠ ุฃูˆ ุญู„ูŠู„ ุฃูˆ ุณูŠุฏ ุฃูˆู‡ู…ุง ููŠ ุฃู…ุฉ ู…ุชุฒูˆุฌุฉ ูˆู…ุน ุฎุดูŠุฉ ูุชู†ุฉ ู…ู†ู‡ุง ุฃูˆ ุนู„ูŠู‡ุง ุงู‡

Dikecualikan dari orang lelaki adalah wanita sesungguhnya jamaah baginya dirumah lebih utama ketimbang jamaahnya dimasjid berdasarkan hadits โ€œJanganlah kalian cegah wanita-wanitamu ke masjid namun rumah-rumah mereka lebih utama bagi merekaโ€.

Namun dimakruhkan bagi wanita yang memiliki โ€˜tingkahโ€™ menghadiri masjid bersama lelaki berdasarkan hadits dalam shahih bukhori muslim dari โ€˜Aisyah ra ia berkata โ€œSeandainya Rasulullah SAW melihat yang terjadi pada perkembangan para wanita niscaya beliau mencegah mereka kemasjid sebagaimana dicegahnya wanita-wanita kaum bani Israel karena dikhawatirkan menimbulkan fitnah di dalamnyaโ€.

Dalam redaksi pada kitab Syarh ar-Romli dituturkan โ€œDan makruh bagi wanita menghadiri jamaah dimasjid bila ia termasuk wanita yang menimbulkan pesona syahwat meskipun dengan memakai pakaian sehari-hari, atau bila ia wanita yang tidak menimbulkan pesona syahwat namun dia berhias atau aroma wewangian dan bagi seorang Imam atau naib (penggantinya) harus bertindak dengan mencegah mereka saat dalam kondisi demikian, sebagaimana baginya melarang masuknya aroma tidak sedap yang memasuki masjid.

Dan haram bagi wanita melakukaanya bila tanpa seizin wali, suami atau majikannya atau seizin suami dan majikannya bila ia sahaya yang telah dinikahkan dan disertai timbulnya fitnah darinya atau kepadanya.

- Mughni al-Muhtaaj I/230 :

ูˆูŠูƒุฑู‡ ู„ุฐูˆุงุช ุงู„ู‡ูŠุฆุงุช ุญุถูˆุฑ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ู…ุน ุงู„ุฑุฌุงู„ ูˆูŠูƒุฑู‡ ู„ู„ุฒูˆุฌ ูˆุงู„ุณูŠุฏ ูˆุงู„ูˆู„ูŠ ุชู…ูƒูŠู†ู‡ู† ู…ู†ู‡ ู„ู…ุง ููŠ ุงู„ุตุญูŠุญูŠู† ุนู† ุนุงุฆุดุฉ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุนู†ู‡ุง ู„ูˆ ุฃู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฑุฃู‰ ู…ุง ุฃุญุฏุซ ุงู„ู†ุณุงุก ู„ู…ู†ุนู‡ู† ุงู„ู…ุณุฌุฏ ูƒู…ุง ู…ู†ุนุช ู†ุณุงุก ุจู†ูŠ ุฅุณุฑุงุฆูŠู„ ูˆู„ุฎูˆู ุงู„ูุชู†ุฉ ุฃู…ุง ุบูŠุฑู‡ู† ูู„ุง ูŠูƒุฑู‡ ู„ู‡ู† ุฐู„ูƒ ูˆูŠู†ุฏุจ ู„ู…ู† ุฐูƒุฑ ุฅุฐุง ุงุณุชุฃุฐู†ู‡ ุฃู† ูŠุฃุฐู† ู„ู‡ู† ุฅุฐุง ุฃู…ู† ุงู„ู…ูุณุฏุฉ ู„ุฎุจุฑ ู…ุณู„ู… ุฅุฐุง ุงุณุชุฃุฐู†ุชูƒู… ู†ุณุงุคูƒู… ุจุงู„ู„ูŠู„ ุฅู„ู‰ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ูุฃุฐู†ูˆุง ู„ู‡ู† ูุฅู† ู„ู… ูŠูƒู† ู„ู‡ู† ุฒูˆุฌ ุฃูˆ ุณูŠุฏ ุฃูˆ ูˆู„ูŠ ูˆูˆุฌุฏุช ุดุฑูˆุท ุงู„ุญุถูˆุฑ ุญุฑู… ุงู„ู…ู†ุน

โ€œDan makruh bagi wanita menghadiri jamaah di masjid bersama kaum lelaki dan juga makruh bagi suami, majikan dan wali memberikan kesempatan pada mereka berdasarkan shahih bukhori muslim dari โ€˜Aisyah ra ia berkata โ€œSeandainya Rasulullah SAW melihat yang terjadi pada perkembangan para wanita niscaya beliau mencegah mereka kemasjid sebagaimana dicegahnya wanita-wanita kaum bani Israel karena dikhawatirkan menimbulkan fitnah didalamnyaโ€.Sedang bagi selain mereka maka tidak makruh berjamaah dimasjid.

Dan sunah bagi orang tersebut di atas saat memberi idzin padanya bila dipastikan aman dari timbulnya fitnah berdasarkan hadits โ€œBila wanita-wanita kalian meminta izin di malam hari ke masjid maka berilah izin merekaโ€. Bila mereka tidak memiliki suami, majikan atau wali dan syarat-syarat ketentuan di atas telah terpenuhi maka haram melarang kehadiran mereka kemasjid. Karena asalnya wanita boleh sholat berjamaah di masjid, tapi yang lebih utama di rumah.

ุฃู…ุง ุงู„ู†ุณุงุก ูˆุงู„ุฎู†ุงุซู‰ ูุจูŠูˆุชู‡ู† ุฃูุถู„ ู„ู‡ู†

AMMAA ANNISAA`U WALKHUNAATSAA FABUYUUTAHUNNA AFDHALU LAHUNNA.

Adapun wanita dan khuntsa maka rumah mereka lebih utama bagi mereka. (Minhajul Qawim / Hawasyi Madaniyyah 2/5).

Imam Abu Dawud dalam Kitab Sunannya (juz I halaman 137, nomor 567, Daar al Fikr) meriwayatkan sebuah hadits :

ุนู† ุงุจู† ุนู…ุฑ ู‚ุงู„ ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู„ุง ุชู…ู†ุนูˆุง ู†ุณุงุกูƒู… ุงู„ู…ุณุงุฌุฏ ูˆุจูŠูˆุชู‡ู† ุฎูŠุฑ ู„ู‡ู†

Dari Ibnu Umar berkata : Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda : Janganlah kamu menghalang-halangi perempuan-perempuan kamu (ke) masjid-masjid Dan rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka.

Wallaahu a'lam