Sabtu, 08 April 2017

NIAT SHOLAT TASBIH

Niat Shalat Tasbih

 أُصَلِّي سُنَّةَ اْلتَّسْبِيْحِ رَكْعَتَيْن/ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى

Cara Mengerjakan Shalat Tasbih

 سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ واللهُ أَكْبَرُ

 Bacaan

 سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ واللهُ أَكْبَرُ

rinciannya sebagai berikut Sesudah membaca al-Fatihah/surat dalam keadaan berdiri sebanyak 15 kali.

Sewaktu ruku’ sebanyak 10 kali.

Setelah ruku’ dalam keadaan berdiri kembali sebanyak 10 kali.

Sewaku dalam keadaan sujud pertama sebanyak 10 kali.

Sewaktu duduk di antara dua sujud sebanyak 10 kali.

Swaktu dalam keadaan sujud kedua sebanyak 10 kali.

Sewaktu duduk setelah sujud kedua sebanyal 10 kali.

Maka jumlahnya sebanyak = 75 kali.

Dan untuk empat rakaat berarti 4 x 75 = 300 kali membacanya selama shalat Tasbih.

Karena pada rakaat kedua, ketiga dan keempat, Bacaan dan jumlah tasbihnya sama dengan rakaat pertama. Surat yang dibaca sesudah al-Fatihah pada rakaat pertama biasanya Surat Al-Qari’ah atau Al-Kautsar, dan pada rakaat kedua adalah Al-Ashr, rakaat ketiga Al-Kafirun dan pada rakaat keempat Al-Ikhlas.

Doa shalat Tasbih Doa shalat Tasbih dibaca sesudah selesai tahiyyat dan sebelum salam. Adapun doanya sebagai berikut:

 اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ تَوْفِيْقَ أَهْلِ اْلهُدَى وَ أَعْمَـالَ أَهْلِ اْليَقِيْنِ وَ مُنَاصَحَةِ أَهْلِ التَّوْبَةِ  وَ عَزْمَ أَهْلِ الصَّبْرِ وَ جِدَّ أَهْلِ اْلخَشْيَةِ وَ طَلَبَ أَهْلِ الرَّغْبَةِ وَ تَعَبَدَ أَهْلِ الْوَرَعِ وَ عِرْفَانَ أَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى أُخَافَكَ. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ مَخَافَةَ تُحْجِزُنِيْ عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى أَعْمَلَ بِطَاعَتِكَ عَمَلاً أَسْتَحِقُّ بِهِ رِضَاكَ وَ حَتَّى أُنَاصِحُكَ فِى التَّوْبَةِ وَ خَوْفًا مِنْكَ وَ حَتَّى أُخْلِصَ لَكَ النَّصِيْحَةَ حُبًّا لَكَ وَ حَتَّى أَتَوَكَّلَ عَلَيْكَ فِي اْلأُمُوْرِ كُلِّهَا وَ أُحْسِنَ الظَنِّ بِكَ سُبْحَانَ خَالِقِ النُّوْرِ. رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْلَنَا إِنَّكَ عَلَى كُّلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

 “ Ya Allah, aku memohon kepada-Mu taufiq Orang-orang yang mendapat petunjuk, amalan Orang-orang yang mempunyai keyakinan kuat, ketulusan Orang-orang yang bertaubat, keteguhan hati Orang-orang yang sabar, kesungguhan Orang-orang yang takut kepada-Mu, permohonan Orang-orang yang mengharapkan-Mu, Ibadah ( ketaatan ) ahli wira’I dan kebijakan ahli ilmu, sehingga aku takut kepada-Mu. Ya Allah aku memohon kepada-Mu perasaan takut yang dapat menhalangiku berbuat maksiat, sehingga aku dapat melakukan suatu amalan untuk mentaati perintah-Mu, yang dengan amalan itu aku berhak mendapat ridho-Mu, hingga aku sanggup memurnikan taubatku karena takut kepadamu. Mengikhlaskan nasihat-Mu karena cintaku kepada-Mu. Dan aku bertawakkal kepada-Mu dalam segala urusan karena persangkaan baikku kepada-Mu Maha Suci Dzat yang menciptakan cahaya. Ya Tuhan kami sempurnakanlah cahaya untuk kami dan ampunilah kami sesungguhnya engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu dengan rahmat-Mu wahai yang Maha Penyayang.” Demikian artikel tentang Niat, Cara dan Doa Shalat Tasbih , semoga bermanfaat.

 أُصَلِّي سُنَّةَ اْلتَّسْبِيْحِ رَكْعَتَيْن/ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى

Cara Mengerjakan Shalat Tasbih

 سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ واللهُ أَكْبَرُ

 Bacaan

 سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ واللهُ أَكْبَرُ

rinciannya sebagai berikut Sesudah membaca al-Fatihah/surat dalam keadaan berdiri sebanyak 15 kali.

Sewaktu ruku’ sebanyak 10 kali.

Setelah ruku’ dalam keadaan berdiri kembali sebanyak 10 kali.

Sewaku dalam keadaan sujud pertama sebanyak 10 kali.

Sewaktu duduk di antara dua sujud sebanyak 10 kali.

Swaktu dalam keadaan sujud kedua sebanyak 10 kali.

Sewaktu duduk setelah sujud kedua sebanyal 10 kali.

Maka jumlahnya sebanyak = 75 kali.

Dan untuk empat rakaat berarti 4 x 75 = 300 kali membacanya selama shalat Tasbih.

Karena pada rakaat kedua, ketiga dan keempat, Bacaan dan jumlah tasbihnya sama dengan rakaat pertama. Surat yang dibaca sesudah al-Fatihah pada rakaat pertama biasanya Surat Al-Qari’ah atau Al-Kautsar, dan pada rakaat kedua adalah Al-Ashr, rakaat ketiga Al-Kafirun dan pada rakaat keempat Al-Ikhlas.

Doa shalat Tasbih Doa shalat Tasbih dibaca sesudah selesai tahiyyat dan sebelum salam. Adapun doanya sebagai berikut:

 اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ تَوْفِيْقَ أَهْلِ اْلهُدَى وَ أَعْمَـالَ أَهْلِ اْليَقِيْنِ وَ مُنَاصَحَةِ أَهْلِ التَّوْبَةِ  وَ عَزْمَ أَهْلِ الصَّبْرِ وَ جِدَّ أَهْلِ اْلخَشْيَةِ وَ طَلَبَ أَهْلِ الرَّغْبَةِ وَ تَعَبَدَ أَهْلِ الْوَرَعِ وَ عِرْفَانَ أَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى أُخَافَكَ. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ مَخَافَةَ تُحْجِزُنِيْ عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى أَعْمَلَ بِطَاعَتِكَ عَمَلاً أَسْتَحِقُّ بِهِ رِضَاكَ وَ حَتَّى أُنَاصِحُكَ فِى التَّوْبَةِ وَ خَوْفًا مِنْكَ وَ حَتَّى أُخْلِصَ لَكَ النَّصِيْحَةَ حُبًّا لَكَ وَ حَتَّى أَتَوَكَّلَ عَلَيْكَ فِي اْلأُمُوْرِ كُلِّهَا وَ أُحْسِنَ الظَنِّ بِكَ سُبْحَانَ خَالِقِ النُّوْرِ. رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْلَنَا إِنَّكَ عَلَى كُّلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

 “ Ya Allah, aku memohon kepada-Mu taufiq Orang-orang yang mendapat petunjuk, amalan Orang-orang yang mempunyai keyakinan kuat, ketulusan Orang-orang yang bertaubat, keteguhan hati Orang-orang yang sabar, kesungguhan Orang-orang yang takut kepada-Mu, permohonan Orang-orang yang mengharapkan-Mu, Ibadah ( ketaatan ) ahli wira’I dan kebijakan ahli ilmu, sehingga aku takut kepada-Mu. Ya Allah aku memohon kepada-Mu perasaan takut yang dapat menhalangiku berbuat maksiat, sehingga aku dapat melakukan suatu amalan untuk mentaati perintah-Mu, yang dengan amalan itu aku berhak mendapat ridho-Mu, hingga aku sanggup memurnikan taubatku karena takut kepadamu. Mengikhlaskan nasihat-Mu karena cintaku kepada-Mu. Dan aku bertawakkal kepada-Mu dalam segala urusan karena persangkaan baikku kepada-Mu Maha Suci Dzat yang menciptakan cahaya. Ya Tuhan kami sempurnakanlah cahaya untuk kami dan ampunilah kami sesungguhnya engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu dengan rahmat-Mu wahai yang Maha Penyayang.” Demikian artikel tentang Niat, Cara dan Doa Shalat Tasbih , semoga bermanfaat.

Jumat, 07 April 2017

TENTANG BACAAN

TENTANG BACAAN
شيء لله الفاتحه

NU Online

Dalam setiap acara tahlilan, dhiba'an dan barzanji seringkali kita jumpai seorang yang berlaku sebagai pemimpin berkata. . . . . . شيء لله الفاتحة.
Entah kalimat itu disebutkan sebelum membaca
al-Fatihah sebagai agenda pembukaan atau dibacakan setelah menyebutkan rentetan nama arwah yang akan do'akan.

Secara bahasa klimat
 شيء لله الفاتحة
adalah dua kalimat
yang berbeda. kalimat pertama terdiri dari :
شيء لله
"Semua dilakukan karena Allah"

dan kalimat kedua adalah الفاتحة yaitu al-Fatihah sebagai nama surat pembuka al-Qu'an. Oleh karena itu, jika digabungan maka kalimat
 شيء لله الفاتحة
dapat diartikan bahwa
'semua yang kita lakukan hanyalah karena Allah, (begitu juga dengan bacaan) al-fatihah'.Sebenarnya

tidak ada anjuran untuk mengucapkan kalimat tersebut, juga tidak ada larangan untuk meninggalkannya. Dalam Kitab Bughyatul Mustarsyidin terdapat pernyataan yang menyebutkan bahwa kalimat "شيء لله الفاتحة" hanyalah sebuah tradisi,

يا فلان شيء لله غير عربية لكنها من مولدات أهل العرف

Hai Fulan, kalimat "شيء لله" bukanlah bahasa arab, melainkan lahir dari sebuah tradisi.

Sedangkan sebuah tradisi bisa dijadikan hukum dengan catatan tidak bertentangan dengan Syari'at Islam yang berlandaskan Al Quran dan Hadits. Demikian dalam qaidah fiqhiyyah disebutkan:
العادة محكمة
Kebiasaan atau tradisi itu bisa dijadikan landasan hukum .

IKHLAS

IKHLAS

Scr etimologi, Ikhlas artinya tulus dan bersih, adapun menurut istilah adalah mengerjakan suatu kebaikan dengan semata-mata mengharap Ridho Alloh SWT.

Bagi org ikhlas, suatu perbuatan baik, tdk harus dikaitkan dengan imbalan atau balasan, apalagi hal itu diharapkannya dari manusia atau org yg diberi kebaikan oleh kita, melainkan hanya semata-mata ingin mendapartkan Ridho Alloh SWT, jadi dengan demikian meskipun tdk mendapatkan imbalan apapun, dari pihak manapun, ia akan tetap melaksanakan perbuatan baiknya Itu.

Ikhlas adalah sikap perbuatan yg timbul karena adanya keinginan sendiri, bukan karena perintah atau paksaan org lain. Jika mengerjakan sesuatu karena sesuatu atau karena Imbalan maka berlum bsa dikatakan ikhlas, bahkan termasuk perbuatan Riya kalau amal tersebut ia laksanakan karena sesuatu....

Sikap ikhlas ini penting bagi setiap muslim, sebab hidup ini akan terasa berat bagi org yg tdk ikhlas, Namun sebaliknya akan terasa ringan dikerjakan bagi mereka yg berhati ikhlas dan tulus, perilaku ikhlas ini akan mendatangkan keuntungan bagi pelakunya antara lain :

1. Pekerjaan akan terasa ringan dan menyenangkan, sebab dilakukan dengan senang hati, dan sepenuh hati.

2. Bekerja tanpa beban dan paksaan karena yg memerintah Hati nuraninya bukan orang lain atau Hawa Nafsunya.

3. Semakin banyak berbuat kebaikan, semakin senang hatinya karena telah mampu menolong banyak Orang.

4. Mengerjakan dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab.

5. Bebas dari harapan Utk dipuji orang lain Riya.

6. Melakdsanakannya dengan penuh pengabdian.

" Sesungguhnya kami menurunkan kitab (Al qur an) kepadamu (Muhammad) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Alloh dengan tulus ikhlas beragama pada-Nya. Ingartlah ! Hanya milik Alloh agama yg murni (dari Syirik) ...
( Az Zumar : 2-3 ).

Bolehkah Membayangkan gambaran Dzat Allah?

Bolehkah Membayangkan Dzat Allah?

NU Online 

Assalamu'alaikum Pak Kiai. Saya ingin bertanya bagaimana hukumya kalau dalam pikiran kita selalu terbayangkan gambaran dzat Allah, tapi saya sadar dan yakin bahwa gambaran ini berasal dari syetan. Setiap kali bayangan dan gambaran ini muncul saya selalu beristigfar dan syahadat. Apakah saya ini murtad dan kafir Pak Kiai? Bagaimana supaya bayangan dan gambaran ini tidak muncul kembali dalam pikiran saya? Mohon solusi dan jawabannya. (Fauzi Rahman)

Jawaban

Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Mas Fauzi Rahman yang dirahmati Allah.

Sebagaimana pengakuan Mas Fauzi sendiri, bahwa Anda meyakini gambaran ini adalah dari setan, kemudian Mas Fauzi beristighfar dan bersyahadat, maka berdasarkan keyakinan ini, Mas Fauzi adalah seorang mukmin muslim, bukan seorang murtad.

Sebenarnya, Mas Fauzi terkena penyakit was-was, yang menurut para ulama antara lain tersebut dalam kitab Syarah Sulamut Taufiqkarya Syekh Nawawi al-Bantany dikategorikan sebagai lintasan hati yang tidak mencederai keimanan.

Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa Allah itu Dzat Yang Maha Sempurna, dan tidak disifati dengan sifat-sifat keterbatasan. Allah berfiman dalam

surat As Syura ayat 11,

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْء    

Artinya, "Tidakadasesuatupun yang serupadengan Dia. (QS. Al-Syura : 11)."

Ayat ini sangat tegas dalam menjelaskan kesucian Allah dari menyerupaia papun. Allah tidak menyerupai makhluk-Nya dari aspek apapun.Allah tidak butuh tempat dan arah yang menentukannya.

Ayat tersebut menjadi dalil sifat Allah, mukhalafatuhulil-hawadits (Allah tidak menyerupai makhluk-makhluk-Nya).Sifat ini termasuk sifat salbiyyah, yaitu sifat yang menafikan sifat-sifat yang tidak layak bagi Allah

Oleh karena itu, mustahil Allah menyerupai makhluk yang mempunyai roh seperti manusia, jin, Malaikat dan lain-lain. Allah juga mustahil menyerupai benda-benda padat (jamad), baik benda yang ada di atas, maupun yang ada di bawah

Rasulullah dalam tuturan Imran bin Hushain radhiyallahu 'anhuma berkata, "Rasulullah r bersabda:

كان الله ولم يكن شىء غيره

"Allah ada pada azal (keberadaan tanpa permulaan) dan belum ada sesuatupun selain-Nya." (HR. al-Bukhari : 2953)

Allah ada (dengan keberadaan yang azali atau tanpapermulaan), dan belum ada tempat, waktu, arah arsy, langit, benda, gerak, diam, makhluk.Kemudian Allah menciptakan makhluk, dan setelah diciptakan makhluk-makhluk Allah tetap ada seperti sediakala (sebelum menciptakan makhluk), Ia subhanahuwata'ala ada tanpa bersifat dengan sifat makhluk, tanpa tempat dan tanpa arah.

Yakinkanlah bahwa apapun yang terlintas di hati kita tentang gambaran Allah, bahwa sesungguhnya Allah tidaklah seperti itu. Dikatakan:

مهما تصورت ببالك فالله بخلاف ذلك

Artinya:"Apapun yang terlintas dalam benakmu maka Allah tidak seperti itu."

Kemudian, bagaimana kiat agar terhindar dari menggambarkan Allah? Saran saya, agar Mas Fauzi terbebas dari belenggu was-was ini, cobalah dengan hati yang mantap dengan banyak membaca surat al-Ikhlas,  al-Falaq, ayat kursi, dan terutamasurat an-Nas, dan istighfar. Hal ini antara lain dikemukakan Imam Al-Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah dan Sirojut Tholibin.

Demikian semoga bermanfaat. Abaikan, was-was ini, karena ia adalah bisikan setan yang mengganggu ibadah kita, padahal kita tidak berkeyakinan seperti itu.  

Wassalam

Selasa, 04 April 2017

AZAB BAGI PELAKU BUNUH DIRI

AZAB BAGI PELAKU BUNUH DIRI

Saudaraku sekalian saat ini banyak kita dengar dari berbagai media, bahwa kasus bunuh diri atau menghilangkan nyawanya sendiri, banyak dilakukan oleh orang-orang yang belum matang pola fikirnya, pola fikir yang serba instan cepat mengambil tindakan tanpa berfikir panjang, sehingga kasus bunuh diri ini banyak dilakukan, entah karena kurangnya pondasi Agama yang kuat ataukah lemahnya mentalitas kepribadian yang ditopang oleh Nilai keimanan yg lemah pula....

Problema hidup rupanya yg melatar belakangi Kasus ini, mulai dari urusan asmara, keluarga dan ekonomi. Biasanya Orang yang melakukan tindakan tersebut diambil karena rupanya ini adalah jalan yg terbaik utk ditempuh sebagai penebus atas beban hidup yg menimpanya....

Agama Islam mengajarkan bahwa bunuh diri adalah tindakan yang terlarang dan Alloh SWT sangat membencinya, dan Ancaman dosanyapun tidak main-main sangat mengerikan. dalam suatu hadist telah dijelaskan  pelaku bunuh diri akan kekal didalam di neraka jahanam. 
 
Dengan alasan apapun bunuh diri adalah haram. Orang yang melakukan perbuatan ini terancam akan mendapatkan dosa yang sangat besar. Sebab hidup dan matinya seseorang itu berada di tangan Alloh SWT dan merupakan karunia dan wewenang dari Allloh.

Alloh SWT melarang umatnya untuk melakukan pembunuhan ataupun bunuh diri. Bagi mereka yang melanggarnya akan diancam dengan neraka dan ia akan kekal di dalamnya. Alloh SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu." [QS. An-Nisa' ayat 29]

وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ عُدْوَانًا وَظُلْمًا فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَارًا ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا

"Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah." [QS. An-Nisa' ayat 30]

Sungguh pedih azab yang akan diterima oleh orang yang melakukan tindakan bunuh diri ini. Bahkan Rasulullah SAW juga bersabda mengenai hal ini. 

"Siapa yang menjatuhkan dirinya dari gunung hingga mati maka di neraka jahanam dia akan menjatuhkan dirinya, kekal di dalamnya selamanya. Siapa yang menegak racun sampai mati, maka racun itu akan diberikan di tangannya, kemudian dia minum di neraka jahanam, kekal di dalamnya selamanya. Siapa yang membunuh dirinya dengan senjata tajam maka senjata itu akan diberikan di tangannya kemudian dia tusuk perutnya di neraka jahanam, kekal selamanya." [HR. Bukhari 5778 dan Muslim 109]

Ternyata orang melakukan bunuh diri itu akan mengalami tiga penderitaan, yakni penderitaan di dunia yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan tersebut, penderitaan menjelang kematiannya serta penderitaan kekal di akhirat kelak. 

Demikianlah ulasan mengenai pandangan Islam terkait bunuh diri. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari artikel ini, bahwasanya selaku umat Islam kita harus selalu berpedoman kepada Al-Qur’an dan hadist serta meyakini bahwa Allah SWT tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan umat-Nya. Percayalah bahwa akan ada jalan dan solusi di balik masalah yang diberikan Allah kepada kita.

Senin, 03 April 2017

YG LEBIH COCOK BAGI WARGA NEGARA INDONESIA ADALAH TRADISI NU

YG LEBIH COCOK BAGI WARGA NEGARA INDONESIA ADALAH TRADISI  NU

NU Online

Meskipun tidak menjadi anggota serta simpatisan, banyak kalangan yang merasa cocok dengan tradisi NU. Mereka melakukan tahlilan, istigatsah, wirid dan sejenisnya padahal bukan termasuk warga ataupun pengurus jam'iyah. Hal ini membuktikan bahwa secara tradisi, masyarakat lebih cocok dengan yang telah diajarkan serta dilakukan NU.

"Saya pernah melakukan serangkaian kunjungan ke luar negeri dan mendapatkan kenyataan tersebut," kata KH Fahrur Rozi, Ahad (5/3). 

Demikian pula Gus Fahrur, sapaan akrabnya telah bertemu dengan sejumlah aktifis organisasi sosial keagamaan yang mengaku modernis, namun gemar tahlilan dan istigatsah. "Ini membuktikan bahwa mereka juga akrab dengan tradisi NU," lanjut Wakil Ketua PWNU Jatim tersebut.

Pandangan ini disampaikan Gus Fahrur ketika memberikan sambutan atas nama PWNU Jatim pada kegiatan halaqah mahasiswa kader Aswaja. Kegiatan diikuti sejumlah aktifis IPNU, IPPNU, PMII, KMNU sejumlah kampus di Surabaya dan berlangsung sehari penuh di kantor PWNU Jatim.

Kendati demikian, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur Bululawang Malang tersebut mengingatkan sejumlah kalangan bahwa tantangan Aswaja NU kian berat, khususnya di lingkungan kampus. "Organisasi lain sangat giat dan kuat dalam mempengaruhi pemikiran mahasiswa," kata peraih gelar doktor di Universitas Merdeka Malang ini.

Tantangan lain yang harus dijawab mahasiswa Aswaja adalah bagaimana tradisi yang sudah mengakar di masyarakat dapat dijelaskan secara akademis. "Termasuk menggali dalil yang ada, sehingga dapat diterima berbagai kalangan khususnya mereka yang sebelumnya ragu dan bahkan menentang," jelasnya.

Karena itu, kegiatan halaqah mahasiswa adalah sangat tepat dalam menjawab sejumlah keraguan terhadap tradisi. "Yang juga sangat penting adalah bagaimana membangun sinergi antar kampus agar lahir kader Aswaja yang diharapkan," katanya.

Acara yang berlangsung di kantor PWNU Jatim, jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya tersebut mengambil tema halaqah mahasiswa kader Aswaja, sinergi dan strategi peneguhan paham Aswaja di lingkungan mahasiswa. 

Narasumber yang dihadirkan adalah Pembantu Rektor III Universitas Airlangga Surabaya, H H Mochammad Amir Alamsjah. Juga Ketua PW Lembaga Perguruan Tinggi NU Jatim, H Babun Suharto, serta dosen ITS Muhammad Mashuri. Kegiatan dipandu Ustadz Fathul Qodir dari PW Aswaja NU Center Jatim. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Al-Qur’an Dipahami dari Terjemahan Sama dengan Orang Awam Praktik Dokter

Al-Qur’an Dipahami dari Terjemahan Sama dengan Orang Awam Praktik Dokter

Jakarta, NU Online

Ucapan kebencian, caci makian, cemoohan, dan bahkan hinaan begitu derasnya tersebar di dunia maya. Ada yang menggunakan bahasa-bahasa kotor seperti nama hewan. Ada yang menuduhnya dengan sebutan antek asing, aseng, liberal, syiah, dan lainnya. Hinaan tersebut dialamatkan kepada siapa saja yang memiliki pemahaman yang berbeda dengan mereka dan dinilai merugikan kelompoknya. 

Mereka tidak segan-segan untuk menyerangnya dengan berbagai macam cemoohan itu. Bahkan, ulama-ulama atau pakar-pakar keislaman yang puluhan tahun mengkaji dan belajar tentang Islam pun tidak lepas dari segala bentuk cacian tersebut. 

Terkait hal itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj atau yang akrab disapa Kiai Said mengajak kepada seluruh umat Islam untuk terus belajar dan memahami Islam dengan pemahaman yang benar. 

Ia mengkritik siapa saja yang menggunakan dalil Al-Qur’an dan Hadis sesuai dengan kepentingannya sendiri. “Jangan seenaknya sendiri menggunakan Al-Qur’an dan Hadis,” kata Kiai Said di gedung PBNU, Senin (3/4).  

Kiai kelahiran Cirebon tersebut menilai, memahami kitab suci umat Islam itu tidaklah gampang. Seseorang tidak bisa memahami Al-Qur’an secara utuh kalau hanya mengandalkan terjemahan. 

Kiai Said kemudian mencontohkan, orang yang memahami Al-Qur’an dengan modal terjemahan sama dengan orang awam yang membaca buku kedokteran, lalu ia membuka praktik. “Saya baca buku kedokteran, tetapi kemudian membuka praktik. Apakah itu boleh? Jangan ikut campur apa yang enggak kamu tahu!” lanjutnya.

Selain itu, alumni Universitas Umm al-Quro Mekkah ini menilai, butuh waktu yang tidak sebentar untuk memahami Al-Qur’an. Ia sangat menyayangkan banyak tokoh-tokoh yang puluhan tahun mempelajari Islam dan Al-Qur’an dicemooh bahkah dikafir-kafirkan hanya karena pemahamannya berbeda dengan mereka yang baru saja belajar tentang Islam.

“Pak Quraish, berapa puluh tahun,” pungkasnya.