Sabtu, 29 April 2017

Salah Kaprah Kelompok Salafi



Salah Kaprah Kelompok Salafi

Gambar ilustrasi.

Pringsewu, NU Online

Wakil Sekretaris MWCNU Pringsewu Ustadz Ahmad Fauzan menjelaskan bahwa saat ini masih banyak orang yang belum memahami makna Salaf. "Salaf itu nama zaman yaitu merujuk kepada golongan ulama yang hidup antara kurun zaman kerasulan Nabi Muhammad hingga 300 Hijrah," ujar Pakar Bahasa Arab ini, Jumat (28/4).

Periodisasi masa tersebut menurutnya terbagi menjadi tiga generasi yaitu Sahabat Nabi, Tabi'in dan Tabi' Tabi'in. "Golongan generasi pertama dari 300 tahun hijrah itu disebut Sahabat Nabi karena mereka pernah bertemu Nabi. Golongan generasi kedua disebut Tabi'in yaitu golongan yang pernah bertemu Sahabat Nabi tapi tak pernah bertemu Nabi. Dan golongan generasi ketiga disebut  Tabi' tabi'in yaitu golongan yang tak pernah bertemu Nabi dan Sahabat tapi bertemu dengan Tabi'in," jelasnya.

Jadi, lanjutnya, Imam Abu Hanifah (Lahir 80 H) yang merupakan penggagas madzhab Hanafi adalah murid Sahabat Nabi sehingga beliau disebut seorang Tabi'in. "Imam Malik (93 Hijrah), Imam Syafie (150 Hijrah) Imam Hanbali (150H) dan Imam Asy'ari (240H) berguru dengan Tabi'in maka mereka adalah golongan Tabi'it Tabi'in," terangnya.

Jadi menurutnya, kesemua Imam yang mulia tersebut merupakan ulama salafus sholih dan golongan salaf yang benar dan paling layak dinamakan salafi yang bermakna pengikut golongan salaf.

Sementara, lanjutnya, saat ini ada sekelompok golongan yang menamai diri salafi namun tak seorangpun imam rujukan mereka yang hidup di zaman salaf. "Imam rujukan mereka seperti Al-Albani lahir 1333 Hijrah, Muhammad bin Abdul Wahab lahir 1115 Hijrah, Bin Baz lahir 1330 Hijrah," jelasnya.

Mereka ini, menurutnya, terlalu jauh dari zaman salaf sehingga aneh apabila mereka menggelarkan diri sebagai Salafi. 

Banyak Orang Gagal Paham Sunnah Taqririyyah Nabi

Banyak Orang Gagal Paham Sunnah Taqririyyah Nabi


Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Kecamatan Sumowono menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad saw bertajuk "Sumowono Bershalawat," pada Sabtu (17/12) malam.

Hadir sebagai penceramah dan pengisi acara, Ustadz Nurul Huda beserta grup rebana binaannya: Shoutul Mahbub, dari Peleburan, Semarang.

Dalam ceramahnya, ustadz muda ini menjelaskan, bahwa sunnah itu adalah apa-apa yang disandarkan kepada Nabi, baik berupa perkataan (qauliyyah), perbuatan (fi'liyyah) dan ketetapan (taqririyyah). 

"Kadang, banyak yang gagal paham dengan yang terakhir: taqririyyah. Sunnah taqririyyah itu adalah apa-apa yang tidak dilakukan Nabi, tetapi Nabi tidak melarangnya, seperti puji-pujian yang dilakukan sahabat kepada Nabi," terangnya.

Ia berharap, dengan washilah shalawatan ini, Allah memberikan keberkahan kepada penduduk desa khususnya dan kaum muslimin pada umumnya.

Selain Ustadz Huda, hadir juga memberi ceramah, pengurus MWC NU Sumowono Kiai Mudzakir. Ia mengajak kaum muslimin untuk tidak meninggalkan tiang agama: shalat serta meminta untuk berjamaah di masjid.

"Tidak hanya pasar yang tiban (dadakan), shalat jamaah pun sekarang ada yang tiban, yaitu di hari raya Idul Fitri dan Idul Adha," sindirnya, diikuti gelaktawa hadirin.

Lebih lanjut, Kiai Mudzakkir menjelaskan bahwa setiap hari, pekan, bulan dan tahun Allah SWT selalu mengadakan lomba.

"Saya tanya: kira-kira, kalau bapak ibu dipanggil pak bupati, pak guberbur atau pak presiden esok hari langsung berangkat enggak?"

"Berangkat....!!!" jawab hadirin serempak.

"Tapi kalau yang memanggil adalah yang menciptakan bupati, gubernur dan presiden, yaitu azan di masjid, cepat-cepat betangkat enggak?"

"Ggggrrrr.....," hadirin jadi riuh.

Acara ini dihadiri ribuan orang. Beberapa tokoh dari Muspika kecamatan Sumowono hadir. Juga NU beserta banom-banomnya, larut dalam dakwah dan nada.

Ini Dalil Puasa Sya’ban Beserta Hikmahnya


Ini Dalil Puasa Sya’ban Beserta Hikmahnya


Puasa terbagi dua macam: puasa wajib dan puasa sunnah.
Puasa wajib ialah puasa yang diharuskan bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Misalnya, puasa Ramadhan.

Puasa sunnah ialah puasa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk dikerjakan dan tidak berdosa orang yang meninggalkannya. Dalam kitab fikih, ada banyak macam puasa sunnah, mulai yang mingguan, bulanan, dan tahunan.

Dari sekian banyak puasa sunnah, puasa Sya’ban termasuk puasa yang paling banyak keutamaan dan sangat dianjurkan untuk mengerjakannya. Bahkan Rasulullah SAW sendiri sangat senang melakukan puasa Sya’ban dan memperbanyak puasa di bulan tersebut. Oleh sebab itu, Syeikh Nawawi al-Bantani dalam Nihayatul Zein mengatakan:

صوم شعبان لحبه صلى الله عليه وسلم صيامه فمن صامه نال شفاعته صل الله عليه وسلم يوم القيامة

“Puasa Sya’ban (disunnahkan) karena Rasulullah SAW menyukai puasa pada bulan itu. Siapa yang puasa Sya’ban, dia akan memperoleh syafaat Rasulullah SAW di hari akhirat kelak.”

Penjelasan Syekh Nawawi ini diperkuat oleh banyak hadis dan kesaksian sahabat yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW menyukai puasa Sya’ban dan memperbanyak puasa pada bulan tersebut. Ibnu Khuzaimah dalam Shahih Ibnu Khuzaimah menampilkan sebuah riwayat dari ‘Aisyah,  dia berkata:

كان أحب الشهور إلى رسول الله عليه وسلم أن يصومه شعبان، ثم يصله برمضان

“Bulan yang paling disukai Rasulullah SAW untuk berpuasa ialah Sya’ban, kemudian dilanjutkan dengan puasa Ramadhan” 
    
Dalam riwayat al-Bukhari, ‘Aisyah  mengatakan:

وما رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم استكمل صيام شهر قط إلا رمضان، وما رأيته أكثر صياما منه في شعبان

“Aku tidak melihat Rasulullah SAW puasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan dan aku tidak melihat melihat beliau banyak puasa kecuali pada bulan Sya’ban.

Selain dua riwayat di atas, ada banyak hadis shahih lain yang memperkuat kesunnahan puasa Sya’ban. Paling tidak dua hadis di atas sudah menggambarkan kecintaan Rasul pada bulan Sya’ban. Di antara hikmah puasa Sya’ban, menurut Syeikh Nawawi, orang yang memperbanyak puasa pada bulan tersebut akan mendapatkan syafaat Rasul di hari akhirat kelak, sebab sudah melakukan amalan ibadah yang disukai Rasulullah SAW. Wallahu a’lam. 

Perbandingan belajar Dahulu dan sekarang

Perbandingan belajar Dahulu dan sekarang

Zaman dahulu,.....
orang sulit mencari ILMU tapi mudah mengamalkannya.
Zaman sekarang...?
orang mudah mencari ilmu tapi sulit mengamalkannya.

Zaman dahulu,
Ilmu dikejar, ditulis, dihafal, diamalkan dan diajarkan.
Zaman sekarang...?
Ilmu diunduh, disimpan dan dikoleksi, lalu diperdebatkan.

Zaman dahulu,
Butuh peras keringat dan banting tulang untuk mendapatkan ilmu.
Zaman sekarang...?
Cukup peras kuota internet sambil duduk manis ditemani minuman dan snack.

Zaman dahulu,
Ilmu disimpan di dalam hati, selama hati masih normal, ilmu tetap terjaga.
Zaman sekarang...?
Ilmu disimpan di dalam memori gadget, kalau baterai habis, ilmu tertinggal. Kalau gadget rusak, hilanglah ilmu.

Zaman dahulu,
Harus duduk berjam-jam di hadapan guru penuh rasa hormat dan sopan,
maka ilmu merasuk bersama kebarokahan bertatap muka dengan guru.
Zaman sekarang...?
Cukup tekan tombol atau layar sambil tidur-tiduran,
maka ilmu merasuk bersama kemalasan.

Kita telah sampai di zaman dimana
Bicara tanpa perlu suara..
Melihat tanpa perlu tatap muka dan
Memanggil tanpa perlu teriak...

Hingga Bicara hanya perlu ketik saja..
Melihat hanya perlu klik saja..
Dan memanggil hanya perlu ping saja...

Social Media telah menjadi budaya,
Al-Qur’an pun semakin terlupa..._

Dari yang hanya melihat-lihat, sampai mereka yang beradu pendapat..
Dari tingkah yang dibuat-buat, sampai yang terang-terangan maksiat...

Hingga tak sadar jemari ini berkhianat, menulis sesuatu yang tak bermanfaat...
Hingga tak sadar mata ini berkhianat, melihat apa yang tak boleh dilihat...

Wahai diri ingatlah !!
Matamu akan menjadi saksi atas apa yang kau lihat..
Jemarimu akan menjadi saksi atas apa yang telah engkau tulis.

Suatu hari nanti apapun yang kau lakukan,
anggota badanmu akan bersaksi dihadapan Penciptanya...

Maka dapatkah engkau membantahnya
Maka, jangan sampai mereka menjadi musuhmu dihari perhitungan nanti..

Menjadi saksi keburukanmu di Sosial Media,
saksi atas apa yang kau lihat,
saksi atas apa yang kau tulis...
saksi atas segala apa yang kita lakukan di Sosial Media..

Gunakan Apa yang ada padamu sebagai ladang amal...
Ladang di mana engkau bisa menanam kebaikan dan menuai hasilnya di akhirat.

ياحَي ياقيوم برَحْمتك أَسْتعيْثُ أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلَا تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ

YAA HAYYU YAA QOYYUUM BI RAHMATIKA ASTAGHITSU ASLIH LII SYA’NI KULLAHU WA LAA TAKILNII ILAA NAFSII THORFATA ‘AININ

“Wahai yang Maha Hidup, wahai yang Maha Berdiri Sendiri,
dengan rahmat-MU aku mohon keselamatan,
perbaikilah segala urusanku dan janganlah ENGKAU serahkan urusanku
sekalipun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMU)
Aamiin...

Jumat, 28 April 2017

MOTIVASI UTK SEBUAH KEGAGALAN

MOTIVASI UTK SEBUAH KEGAGALAN

Anakku......!!!  " Tidak ada suatu keberhasilan yg diraih tanpa ada pengorbanan yg kau persembahan terlebih dahulu "!!!, anakku....!!! Kau bercita-cita ingin berkarya dinegri ini, ingin mempersembahkan yg terbaik dari buah karyamu nanti, itu adalah cita-cita yg MULIA, Bapak mendukungmu, maka jadilah engkau anak yg dapat membanggakan bagi Bapakmu utk Negrimu, tugasmu sekarang adalah belajarlah terus, karena kalau kamu ingin menjadi seorang yg berguna bagi Negrimu tidak cukup dengan tidur atau bermain ditaman seperti tamasya, segera bangun, bangkit dari tempat tidurmu yg selama ini meninabobokanmu, bangun dari kemalasanmu, bangkit dari sifat yg membuatmu enggan utk meneruskan cita-citamu...!!!!....

Jangan jadi anak cengeng,.....!!! Karena Bapakmu lahir dari keluarga sederhana yg tak pernah menangis manakala perut Bapakmu keroncongan...!!!
Jangan jadi anak pemalas,.....!!! Karena Bapakmu lahir dari keluarga miskin yang kalau ingin mendapatkan makan harus bekerja keras demi sesuap Nasi,...!!!
Jangan jadi anak manja,...!!!, Karena Bapakmu belum pernah sedikitpun dimanjakan oleh kehidupan ini, Namun Bapakmu tetap bersyukur dengan diberinya Kesehatan Oleh Alloh SWT, sehingga dahulu Bapakmu bisa bekerja mencari sesuap Nasi, hidup Bapakmu dahulu sangat pahit, tetapi bisa merubahnya menjadi sedikit Manis, karena bagi Bapakmu hidup ini tidak perlu menjadi orang kaya raya, cukup menjadi orang yg sederhana akan tetapi bisa dan mampu utk mempersembahkan yg terbaik bagi Negri ini,....!!!...

Kegagalan, ketidakberhasilan, ketidaklulusan, yg kau alami.... dari cita-citamu bukan berarti akhir dari sebuah perjuangan, waktumu masih panjang, karena kamu masih muda, ingat, bagi IMAN kita,....!!! hidup adalah pilihan, kegagalan, ketidakberhasilan, ketidaklulusan, dari satu cita-cita itu hal yg wajar, karena perjalanan hidup tidak datar, (life is never flat).... Sekarang tugasmu adalah bagaimana menjalani hidup yg penuh dengan ujian itu kamu lewati dengan mudah, maka kamu harus belajar, belajar, belajar, belajar, belajar, dan belajar dari sebuah kegagalan,.... Bapakmu berharap kejar terus cita-citamu itu jangan patah semangat, teruslah berupaya, berusaha serta disertai do'a yg tak pernah bosan kamu memohon Pada Alloh SWT yg menciptakanmu, memberimu rezki, akal yang sehat dan fisik yg prima utk berjuang meraih mimpimu....!!!...

Akan tetapi Bapakmu hanya bisa berharap, kamulah sebenarnya yg menentukan pilihan hidupmu....baiklah kalau kamu menginginkan cita-cita yg lain yg kamu anggap itu lebih baik dari pulihanmu yg pertama,... itupun sama dalam rangka berkarya demi Negrimu bapak hanya bisa berdo'a dan memberimu saran, agar kamu berhasil....
masih banyak cita-citamu yg kau dapat raih, kegagalan dari satu cita-cita, masih ada harapan lain yg mungkin kamu bisa lebih baik dari hidup Bapakmu saat ini...!!!...

Pesan Bapak " Raihlah Bintang itu meskipun kamu tidak dapat menjangkaunya, tapi yakinkan dalam hati suatu saat Bintang itu ada digenggamanmu...."!!!
“ keberhasilan hidup bukan dari sesuatu yg nampak oleh kasat mata, akan tetapi bagaimana kamu bisa mempersembahkan yg terbaik bagi bangsa dan negara terlebih bagi Agamamu "....!!!

Kalau kamu ingin jadi presiden, maka jadilah presiden bagi dirimu terlebih dahulu...!!!
Kalau kamu ingin jadi menteri maka jadilah menteri terlebih dahulu bagi dirimu sendiri...!!!
Kalau kamu ingin jadi polisi maka jadilah polisi terlebih dahulu bagi dirimu...!!! Jadi Dokter, pengusaha, dllnya maka jadilah terlebih dahulu utk dirimu baru setelah itu utk orang lain, agar kelak mereka menikmati hasil jerih payah perjuanganmu, buat Negri ini senang, buat masyarakat senang, buat alam raya sekitarmu merasa senang atas perjuanganmu meraih cita-citamu demi Negrimu...

Dan terakhir pesan Bapakmu... Jangan buat Negrimu bersedih, karena kelakuanmu.... Jangan buat masyarakatmu menangis karena perutnya keroncongan, buatlah mereka bahagia karena kenyang... Buatlah mereka tertawa bahagia karena kamu bisa membuatnya riang bahagia.....
Teruskan perjuangan Bapakmu meski kamu berbeda keadaannya dengan Bapakmu.... Ingat berkarya utk Negrimu jalannya banyak... Bukan satu jalan saja maka ambillah yg terbaik jalan itu karena itulah yg akan membantumu dalam rangka cita-citamu itu....

Semoga Pesan ini bermanfaat untukmu anakku TUBAGUS IBRAHIM RUSTAM HAJI.... jangan kau sesali apa yg telah kamu lakukan jadilah anak yg dapat membanggakan bagi Bapakmu dan Negrimu.....

Rabu, 26 April 2017

Awal Sya’ban 1438 H Jatuh pada Jumat 28 April



Awal Sya’ban 1438 H Jatuh pada Jumat 28 April



Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengumumkan bahwa awal bulan Sya’ban 1438 Hijriah jatuh pada Jumat (28/4). Ikhbar ini berdasarkan hasil observasi langit oleh tim rukyah Lembaga Falakiyah PBNU.

Ketua Lembaga Falakiyah PBNU KH Ghazalie Masroeri mengatakan, rukyat yang dilakukan pada Rabu (26/4) petang atau bertepatan dengan 28 Rajab berkesimpulan bahwa hilal tidak terlihat di seluruh wilayah Indonesia. Sehingga, bulan Rajab disempurnakan menjadi tiga puluh hari (istikmal).

“Terima kasih atas partisipasi dan kontribusi Nahdliyin (dalam rukyat kali ini),” katanya dalam siaran pers.

Ikhbar ini sesuai dengan data hisab Lembaga Falakiyah PBNU yang memprediksi bahwa tanggal 1 Sya’ban akan berlangsung pada Jumat Pon, 28 april 2017. Tinggi hilal pada pantauan Rabu petang mencapai -0 derajat 23 menit 37 detik.

Sya'ban adalah bulan kedelapan dalam hitungan kalender hijriah. Dalam bahasa Arab ia berasal dari kata syi'ab yang artinya jalan di atas bukit. Di bulan ini umat Islam dianjurkan mengamalkan amalan-amalan tertentu, khususnya pada malam pertengahan Sya’ban atau populer disebut Nisfu Sya’ban. 

Selasa, 25 April 2017

KETIKA "ZINA" DIANGGAP BUKTI CINTA.

KETIKA "ZINA" DIANGGAP BUKTI CINTA.

APA yang terjadi di zaman kita saat ini sungguh patut membuat bergidik. Banyak orang yang menjadikan zina sebagai bukti cinta, bahkan memberi istilah Making Love untuk perbuatan keji ini.
“Dan janganlah kamu mendekati zina, karena sesungguhnya zina itu adalah faahisah (perbuatan yang keji) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh oleh seseorang),” (QS. Al-Israa : 32).
Banyak bahaya zina yang perlu kita pahami, agar tidak sembarangan melakukannya dengan dalih sebagai bukti cinta pada non mahram:
1. Zina mencabut keimanan kita pada Allah, jika alasan melakukan zina karena cinta, justru lebih buruk lagi
Seseorang yang berzina, otomatis mencerabut keimanan di hatinya.
“Apabila seorang hamba berzina keluarlah iman darinya. Lalu iman itu berada di atas kepalanya seperti naungan, maka apabila dia telah bertaubat, kembali lagi iman itu kepadanya,” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud no. 4690 dari jalan Abu Hurairah)

Jika dilakukan atas nama cinta, artinya ia telah sekaligus berbuat syirik pada Allah. Yakni mencintai makhluk melebihi cintanya pada Allah. Buktinya, ia rela menerabas larangan Allah demi cintanya pada makhluk.
2. Zina mengakibatkan tertutupnya pintu rezeki
Betapa banyak orang yang terhalang rezekinya karena melakukan zina. Jika ada pezina yang terlihat justru makin makmur, kelihatan penghidupannya makin baik, maka ketahuilah bahwa itu hanyalah istidroj alias penundaan siksaan dari Allah.
“Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah,” (HR. Ahmad 4: 145)
3. Zina membawa penyakit
Ada yang terkena penyakit seksual menular, ada yang terkena HIV/Aids, kanker, kencing nanah, dan berbagai penyakit membahayakan bahkan mematikan lainnya. Na’udzubillah min dzalik.
Cepat atau lambat, seorang pezina akan mendapat azab dari perbuatan keji yang dilakukannya tersebut.
Sekalipun dibumbui sebagai bukti cinta, tidaklah mengubah zina menjadi perbuatan yang baik apalagi bisa diterima sebagai suatu kewajaran. Naudzubillah min dzalik.