Selasa, 14 November 2017

Tata Cara Niat Dan Doa Sholat Tolak Bala Lidaf'il Bala' 

Tata Cara Niat Dan Doa Sholat Tolak Bala Lidaf'il Bala' 

Setiap ibadah yang di kerjakan oleh umat muslim, memiliki tujuan-tujuan serta keunggulan-keinggulan tersendiri, seperti halnya yang saat ini akan kami bahas yaitu sholat lidaf'il bala. yang bertujuan agar terhindar dari bala atau mala petaka dan semacamnya.

Kebanyakan umat muslim melaksanakan sholat tolak bala ini yaitu pada saat hari rabu terakhir di bulan safar, atau yang populer dengan nama rebo wekasan yang di ketahui menurut sebagian ulama pada waktu tersebut saat di turunkannya tiga puluh dua ribu bala kemuka bumi, sehingga agar terhindar dari hal tersebut di anjurkan melaksanakan beberapa amalan salah satunya adalah dengan shalat.

Waktu pengerjaan dari shalat lidaf'il bala ini, jika di lakukan pada rebo wekasan yaitu di pagi hari dan sebaiknya sebelumnya shalat berjamaah subuh terlebih dahulu yang kemudian di lanjut dengan bacaan-bacaan dzikir kemudian di teruskan dengan melakukan sholat sholat Isyraq, Isti’adzah dan Istikharah.

adapun keterangan sholat tolak bala ini, menurut beberapa pendapat di ambil dari kitab al-Jawahir al-Khomsi halaman 51-52. di kerjakan pada pagi hari sebanyak empat rakaat dua kali salam, adapun untuk panduan tata cara pelaksanaannya yaitu.

1. Niat Sholat Tolak Bala

اُصَلِّي سُنَّةً لِدَفْعِ الْبَلاَءِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatal-lidaf'il bala-i rak'ataini lillahi ta'aalaa.

Artinya : Aku sholat sunnah tolak bala dua rakaat karna allah ta'aalaa.

Untuk selanjutnya mulai dari takhbirotul ikhram hingga salam sama seperti sholat pada umumnya baik gerakan atau bacaannya, tetapi untuk bacaan surat tiap-tiap rakaat setelah fatihah lebih di anjurkan dengan Surat al-Kaustar 17 kali, al-Ikhlash 5 kali, Surat al-Falaq dan an-Nas masing-masing 1 kali, Setelah selesai di lanjut dengan membaca doa.

Doa Setalah Sholat Tolak Bala Lidaf'il Bala'

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمْ يَاشَدِيْدُالْقُوَّى وَيَاشَدِيْدَالْمِحَالِ اّللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوذُبِكَ بِكَلِمَتِكَ التَّّآمَّاتِ كُلِّهَا مِنَ الرِّيحِ الْاَحْمَرِ وَمِنَ

الدَّاءِ الْاَكْبَرِ فِي النَّفْسِ وَالدَّمِّ وَاللَّحْمِ وَالْعُظْمِ وَالْْجُلُوْدِ وَالْعُرُوقِ سُبْحَانَكَ إِذَاقَضَيْتَ اَمْرًا أَنْتَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونَ , اَللهُ اَكْبَرْ

اَللهُ اَكْبَرْ اَللهُ اَكْبَرْ برحمتك يآارحم الرّا حمين

Artinya : Ya Alloh, aku berlindung kepada-Mu dengan kalimat-Mu yang sempurna dari angin merah dan penyakit yang besar di jiwa, daging, tulang dan urat. Maha Suci Engkau apabila memutuskan sesuatu hanyalah berkata kepadanya, “Jadilah” maka “jadilah ia.

Senin, 13 November 2017

DO’A SEBELUM SHOLAT



الدعاء قبل الصلاة وبعدها

DO’A SEBELUM SHOLAT

 

اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلهَ اِلاَّاللهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًارَسُوْلُ اللهِ

ASYHADU  AN LAA ILAAHA ILLALLOH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR ROSULULLOH

“Saya bersaksi bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad adalah utusan Allah”.

اعوذ الله من الشيطا ن الرجيم

بسم الله الرحمن الرحيم

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ (3) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (6)

 ) الناس/1-6(

A’UDZU BILLAHI MINAS SYAITHOONIR ROJIIM

BISMILLAHIRROMAANIRROHIIM

QUL A’UDZU BIROBBINNAS,MALIKIN NAAS,ILAAHIN NAAS,MIN SYARRIL WASWASIL KHONNAS,ALLADZIYUWASWISU FII SUDUURINNAS,MINAL JINNATI WANNAAS 

1.   Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan

menguasai) manusia.

2. raja manusia.

3. sembahan manusia.

4. dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,

5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

6. dari (golongan) jin dan manusia.

رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ (97) وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ (98) [المؤمنون/97، 98]

ROBBI A’UDZUBIKA MIN HAMAZAATIS SYAYAATIINI,WA A’UDZU BIKA ROBBI AN YAHDLURUUN

"Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan dan aku berlindung (pula) kepada Engkau Ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku."

DO’A SETELAH SALAM SHOLAT

( SAMBIL MENGUSAP WAJAH )

اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلهَ اِلاَّاللهُ الرَّحْمنُ الرّحِيْمُ اَللهم اَذْهَبْ عَنِّى اْلَهمَّ وَاْلحَزَنَ

ASYHADU  AN LAA ILAAHA ILLALLOHUR ROHMAANUR ROHIIM,ALLOHUMMADZHAB ‘ANNIL HAMMA WAL KHAZAN

“Saya bersaksi bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Ya Alloh ! hilangkanlah pada diriku kesusahan dan keprihatinan ”

Rabu, 08 November 2017

DO'A SETELAH SHOLAT TAHAJUD LENGKAP DENGAN BAHASA ARAB , LATIN , DAN ARTINYA.

DO'A SETELAH SHOLAT TAHAJUD LENGKAP DENGAN BAHASA ARAB , LATIN , DAN ARTINYA.

اَللهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَالِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ 

ALLAAHUMMA LAKAL HAMDU ANTA QAYYIMUS SAMAA WAATI WAL ARDHI WA MAN FIIHINNA. WA LAKAL HAMDU ANTA MALIKUS SAMAA WAATI WAL ARDHI WA MAN FIIHINNA. WA LAKAL HAMDU ANTA NUURUS SAMAAWAATI WAL ARDHI WA MAN FIIHINNA. WA LAKAL HAMDU ANTAL HAQQU, WA WA’DUKAL HAQQU, WA LIQAA’UKA HAQQUN, WA QAULUKA HAQQUN, WAL JANNATU HAQQUN, WANNAARU HAQQUN, WANNABIYYUUNA HAQQUN, WA MUHAMMADUN SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WASALLAMA HAQQUN WASSAA’ATU HAQQUN. ALLAAHUMMA LAKA ASLAMTU, WA BIKA AAMANTU, WA ‘ALAIKA TAWAKKALTU, WA ILAIKA ANABTU, WA BIKA KHAASHAMTU, WA ILAIKA HAAKAMTU, FAGHFIRLII MAA QADDAMTU, WA MAA AKH-KHARTU, WA MAA ASRARTU, WA MAA A’LANTU, WA MAA ANTA A’LAMU BIHIMINNII. ANTAL MUQADDIMU, WA ANTAL MU’AKHKHIRU, LAA ILAAHA ILLAA ANTA, WA LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH

 Artinya :

“Wahai Allah! Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah penegak dan pengurus langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah penguasa (raja) langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah cahaya langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah Yang Hak (benar),janji-Mu lah yang benar, pertemuan dengan-Mu adalah benar, perkataan-Mu benar, surga itu benar (ada), neraka itu benar (ada), para nabi itu benar, Nabi Muhammad saw itu benar, dan hari kiamat itu benar(ada). Wahai Allah! Hanya kepada-Mu lah aku berserah diri, hanya kepada-Mu lah aku beriman, hanya kepada-Mu lah aku bertawakkal hanya kepada-Mu lah aku kembali, hanya dehgan-Mu lah kuhadapi musuhku, dan hanya kepada dosa-dosa lainnya yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku. Engkaulah Yang Maha Terdahulu dan Engkaulah Yang Maha Terakhir. tak ada Tuhan selain Engkau, dan tak ada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

Minggu, 15 Oktober 2017

Apakah Arti Khusyu' Dalam Shalat Dan Bagaimana Cara Mencapainya?

Apakah Arti Khusyu' Dalam Shalat Dan Bagaimana Cara Mencapainya?

 

 

          Tuntunan Agama Islam - Khusyu' dalam shalat merupakan salah-satu tanda orang-orang yang berimân kepada Allâh, sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Mu'minûn ayat 1 dan 2:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ ، الَّذِيْنَ هُمْ فِي صَلاَتِهِمْ خَاشِعُوْنَ             

Arinya:

"Sungguh berbahagialah orang-orang yang berimân. (Yaitu) orang-orang yang khusyû dalam shalatnya".

Ayat ini secara tegas menyatakan, betapa berbahagianya orang-orang yang berimân itu, yaitu mereka yang melaksanakan shalat dengan khusyû'. Namun, masih banyak di antara kaum Muslimîn yang belum mengerti dan memahami apa arti khusyû' dan bagaimana upaya untuk meraihnya.

Khusyû' (خُُُشُوْع)  berasal dari kata Khasya'a (خَشَع  ) yang artinya dari segi bahasa:

َتَطَأَمَنَ وَ ذَلَّ وَ خَضَعَ           

Artinya :

"Tunduk, merendah dan menyerah".

Namun, yang dimaksud di sini bukan secara lahiriyah, akan tetapi tunduk, merendah dan menyerah secara bathiniyyah; yaitu tunduk, merendah dan menyerahnya hati atau qalbu. Karena khusyû' itu tempatnya di dalam hati, sebagaimana ditegaskan oleh Al-Imâm Al-Qurthubî:

وَ الْخُشُوْعُ مَحْلُهُ الْقَلْبِ           

Artinya :

"Adapun khusyû' tempatnya di dalam hati".

(Tafsîr Al-Qurthubî jilid VI hal. 414)

Jadi, shalat yang khusyû' adalah shalat yang dilakukan penghayatan yaitu dengan menghadirkan hati yang tunduk, merendah dan menyerah sepenuhnya kepada Allâh. Dan ini tidak mungkin dicapai kecuali dengan memahami arti dari bacaan yang dibaca dalam shalat dan juga dengan pelaksanaan shalat yang sesuai dengan tuntunan Sunnah Rasûlullâh saw. Untuk itu seorang muslim/muslimah harus benar-benar serius mempelajari tata-cara shalat Rasûlullâh saw. melalui hadits-hadits yang shahîh atau kitab-kitab yang memang  membahas soal tersebut dengan cermat.

Akan tetapi perlu diketahui, meskipun seseorang sudah mengerti arti bacaan-bacaan yang dibaca dalam shalat dan juga sudah berupaya melaksanakannya sesuai dengan petunjuk Rasûlullâh saw., namun tetap sulit untuk mencapai ke-khusyû'an yang sempurna, karena syatihân terus menerus mengganggunya ketika ia shalat, sebagaimana disebutkan oleh Rasûlullâh saw.:

َحَتَّى إِذَا قُضِيَ التَّثْوِيْبُ أَقْبَلَ حَتَّى يَخْطُرُ  بَيْنَ الْمَرْءِ وَ نَفْسِهِ  يَقُوْلُ لَهُ:أذْكُرْ كَذَا وَ اذْكُرْ كَذاَ لِمَا لَمْ يَكُنْ يَذْكُرُ مِنْ قَبْلُ ، حَتَّى يَظَلَّ الرَّجُلُ  مَا يَدْرِي كَمْ صَلَّى                                                                           

Artinya :

"...Sehingga ketika selesai qamat, syaithân pun datang lagi, kemudian ia membisik-bisikkan kepada seseorang -- yang sedang shalat -- , yaitu ke dalam hatinya. Syaithân berkata kepada orang itu: "Ingatlah ini, ingatlah itu".  -- Dibisikkannya -- apa saja yang tidak diingat orang itu sebelumnya, sehingga orang itu tidak tahu lagi sudah berapa raka'at shalatnya".

(H.R. Muslim. Lihat Syarah Muslim juz IV hal. 91)

            Kita semua tentu sering mengalami hal seperti ini, yaitu kita lupa sudah berapa raka'atkah shalat yang kita kerjakan. Ini membuktikan adanya gangguan syaithân sebagaimana disebutkan oleh hadits di atas. Jadi bagaimana meraih khusyû' dalam shalat?

            Sebagian orang mengatakan, bahwa khusyû' dalam shalat hanya bisa diraih oleh orang-orang yang memiliki hati yang khusyû' di luar shalat; yaitu hati yang yakin akan berjumpa dengan Allâh dan akan kembali kepada-Nya, sebaimana firman Allâh:

الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ أَنَّهُمْ مُلاَقُوْا  رَبِّهِمْ وَ أَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ              

Artinya :

"(Yaitu) orang-orang yang yakin sesungguhnya mereka akan berjumpa dengan Rabb  mereka, dan sesungguhnya mereka akan kembali kepada-Nya".

(Surah Al-Baqarah (2):45)

Al-Imâm Ibnu Katsîr berkata dalam "Tafsîrnya"tentang mereka yang disebut dalam ayat ini:

"Mereka mengerti, bahwa mereka akan dikumpulkan pada hari qiyamat, dan semua persoalan mereka akan dikembalikan kepada kehendak Allâh, dan Dia akan memberi keputusan sesuai dengan keadilan-Nya. Jadi, apabila manusia telah meyakini akan hari qiyamat sebagai hari pembalasan, akan mudahlah bagi mereka melaksanakan keta'atan -- kepada Allâh -- dan meninggalkan semua perbuatan munkar (kemunkaran)".

            Mereka yang seperti inilah yang dapat meraih ke-khusyû'an dalam shalatnya. Jadi, orang yang hatinya masih setengah-setengah keyakinannya pada akhirat, apalagi masih sangat cenderung terhadap kehidupan dunia, sulitlah baginya untuk meraih ke-khusyû'an dalam shalat.

(Wallâhu A'lam)

Kamis, 12 Oktober 2017

Fadhilah Keutamaan Membaca Ayat Kursi

Fadhilah Keutamaan Membaca Ayat Kursi

Ayat Kursi adalah ayat ke-255 dari Surah Al-Baqoroh. Ayat ini disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ubay bin Ka’ab sebagai ayat paling agung dalam Al-Qur’an.

Isinya tentang keesaan Alloh SWT serta kekuasaan-Nya yang mutlak atas segala sesuatu dan bahwa Alloh SWT tidak kesulitan sedikitpun dalam memeliharanya.
Ayat Kursi ini diturunkan setelah hijrah. Semasa penurunannya ia telah diiringi oleh beribu-ribu malaikat karena kehebatan dan kemuliaannya. syaitan dan iblis juga menjadi gempar karena adanya satu perintang dalam perjuangan mereka.
Bacaan Arti Terjemahan Ayat Kursi
Rosululloh Muhammad SAW dengan segera memerintahkan Zaid bin Tsabit menulis serta menyebarkannya Ayat Kursi.

Ayat Kursi
Alloh, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup Kekal, Yang Berdiri Sendiri; tidak mengantuk dan tidak tidur; Kepunyaan-Nya segala yang di langit dan di bumi; Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Alloh tanpa izin-Nya. Alloh mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Alloh melainkan apa yang dikehendaki-Nya.

Kursi (Majelis ilahiah / Kekuasaan) Alloh meliputi langit dan bumi. Dan Alloh tidak merasa berat memelihara keduanya dan DIA Maha Tinggi lagi Maha Agung.
Keutamaan Membaca Ayat Kursi
“Barangsiapa yang membaca Ayat Kursi dengan khusyuk setiap kali selepas sembahyang fardhu, setiap pagi dan petang, setiap kali keluar masuk rumah atau hendak musafir, Insya-Alloh akan terpeliharalah dirinya dari godaan syaitan, kejahatan manusia, binatang buas yang akan memudaratkan dirinya bahkan keluarga, anak-anak, harta bendanya juga akan terpelihara dengan izin Alloh SWT menurut keterangan dari kitab Asroorul Mufidah.”

“Barangsiapa mengamalkan membaca Ayat Kursi setiap hari sebanyak 18 kali maka akan dibukakan dadanya dengan berbagai hikmah, dimurahkan rezekinya, dinaikkan darjatnya dan diberikannya pengaruh sehingga semua orang akan menghormatinya serta terpelihara ia dari segala bencana dengan izin Alloh.”

Syeikh Abu Abbas menerangkan, siapa yang membacan Ayat Kursi sebanyak 50 kali lalu ditiupkannya pada air hujan kemudian diminumnya, insya-Alloh, Alloh akan mencerdaskan akal fikirannya serta memudahkannya menerima ilmu pengetahuan.

Hadits tentang Fadhilah Keutamaan Ayat Kursi
“Barangsiapa pulang ke rumahnya serta membaca Ayat Kursi, Alloh hilangkan segala kefakiran di depan matanya.”

Sabda baginda lagi:
Umatku yang membaca Ayat Kursi 12 kali pada pagi Jum’at, kemudian berwudhu dan sholat sunnah dua roka’at, Alloh memeliharanya daripada kejahatan syaitan dan kejahatan pembesar.

“Orang yang selalu membaca Ayat Kursi dicintai dan dipelihara Alloh sebagaimana DIA memelihara Nabi Muhammad SAW.”

“Mereka yang beramal dengan bacaan Ayat Kursi akan mendapat pertolongan serta perlindungan Alloh daripada gangguan serta hasutan syaitan.”

“Pengamal Ayat Kursi juga, dengan izin Alloh akan terhindar daripada pencerobohan pencuri. Ayat Kursi menjadi benteng yang kuat mencegah pencuri daripada memasuki rumah.”

“Mengamalkan bacaan ayat Kursi juga akan memberikan keselamatan ketika dalam perjalanannya.”
“Ayat Kursi yang dibaca dengan penuh khusyuk, Insya-Alloh, bisa menyebabkan syaitan dan jin terbakar.”

“Jika berpindah ke rumah baru maka pada malam pertama menduduki rumah itu sebaiknya membaca Ayat Kursi 100 kali, insya-Alloh mudah-mudahan sekeluarga terhindar daripada gangguan lahir dan batin.”

“Barangsiapa membaca Ayat Kursi apabila berbaring di tempat tidurnya, Alloh mewakilkan 2 orang Malaikat memeliharanya hingga subuh.”

“Barangsiapa membaca Ayat Kursi di akhir setiap sholat Fardhu, ia akan berada dalam perlindungan Alloh hingga sholat berikutnya.”

“Barangsiapa membaca Ayat Kursi di akhir tiap sholat, tidak akan dicegah dia daripada masuk syurga kecuali maut, dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur, Alloh memelihara akan dia ke atas rumahnya, rumah tetangganya & ahli rumah-rumah disekitarnya.”

“Barangsiapa membaca Ayat Kursi diakhir tiap-tiap sholat Fardhu, Alloh menganugerahkan dia hati-hati orang yang bersyukur perbuatan2 orang yang benar, pahala Nabi2 juga Alloh melimpahkan padanya Rahmat.”

“Barangsiapa membaca Ayat Kursi sebelum keluar rumahnya, maka Alloh mengutuskan 70.000 Malaikat kepadanya, mereka semua memohon keampunan dan mendoakan baginya.”

“Barangsiapa membaca Ayat Al-Kursi di akhir sembahyang Alloh azza wajalla akan mengendalikan pengambilan ruhnya dan ia adalah seperti orang yang berperang bersama Nabi Alloh sehingga mati syahid.”

“Barang siapa yang membaca Ayat Kursi ketika dalam kesempitan niscaya Alloh berkenan memberi pertolongan kepadanya.”

Dari ‘Ali bin Abi Tholib k.w :
Ilmu terbagi menjadi dua, yang didapatkan dengan mengikuti (“mathbu”) dan yang didapatkan dengan belajar (“masmu”), sedangkan ilmu yang didapatkan dengan belajar (“masmu”) tidak akan bermanfaat jika ia tidak dilaksanakan/diikuti (“mathbu”)

Dari ‘Ali bin Abi Tholib k.w :
Jika perkataan keluar dari Hati, maka akan berpengaruh pada Hati, jika perkataan keluar dari lidah, maka ia tidak akan sampai ke telinga
Dari Abdullah bin ‘Amr r.a., Rosullulloh Muhammad SAW bersabda:
SAMPAIKANLAH PESANKU WALAUPUN SATU AYAT….
Wallohu A’lam.
Semoga Bermanfaat.

Minggu, 08 Oktober 2017

Ayat Sajdah (اٰية السجدة)

Ayat Sajdah (اٰية السجدة)

adalah ayat-ayat tertentu dalam Al Qur'an yang bila dibaca disunnahkan bagi yang membaca dan mendengarnya untuk melakukan sujud tilawah.

Ayat-ayat sajdah tersebar di beberapa surah dalam Alquran, yaitu pada salah satu ayat dalam surah Al-A'raf,Ar-Ra'd, An-Nahl, Al-Isra', Maryam, Al-Furqan, An-Naml, As-Sajdah, Fussilat, An-Najm, Al-Insyiqaq, Al-'Alaq serta surah Al-Hajj yang memiliki dua ayat sajdah. 

Ayat-ayat sajdah

Ayat-ayat dimaksud antara lain 

Ayat ke-206 dari Surah Al-A'raf

إِنَّ الَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيُسَبِّحُونَهُ وَلَهُ يَسْجُدُونَ

Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya lah mereka bersujud.

Ayat ke-15 dari Surah Ar-Ra'd

وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلَالُهُمْ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ

Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri atau pun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.

Ayat ke-50 dari Surah An-Nahl

يَخَافُونَ رَبَّهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).

Ayat ke-109 dari Surah Al-Isra'

وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا

Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk.

Ayat ke-58 dari Surah Maryam

أُولَئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ مِنْ ذُرِّيَّةِ آدَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِنْ ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْرَائِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَا إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا

Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israel, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.

Ayat ke-18 dari Surah Al-Hajj

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ الْعَذَابُ وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ

Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barang siapa yang dihinakan Allah maka tidak seorang pun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.

Ayat ke-77 dari Surah Al-Hajj

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.

Ayat ke-60 dari Surah Al-Furqan

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اسْجُدُوا لِلرَّحْمَنِ قَالُوا وَمَا الرَّحْمَنُ أَنَسْجُدُ لِمَا تَأْمُرُنَا وَزَادَهُمْ نُفُورًا

Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Sujudlah kamu sekalian kepada Yang Maha Penyayang", mereka menjawab, "Siapakah yang Maha Penyayang itu? Apakah kami akan sujud kepada Tuhan Yang kamu perintahkan kami (bersujud kepada-Nya)?", dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman).

Ayat ke-26 dari Surah An-Naml

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

"Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai Arsy yang besar."

Ayat ke-15 dari Surah As-Sajdah

إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, sedang mereka tidak menyombongkan diri.

Ayat ke-38 dari Surah Fussilat

فَإِنِ اسْتَكْبَرُوا فَالَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ يُسَبِّحُونَ لَهُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَهُمْ لَا يَسْأَمُونَ

Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka (malaikat) yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu.

Ayat ke-62 dari Surah An-Najm

فَاسْجُدُوا لِلَّهِ وَاعْبُدُوا

Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).

Ayat ke-21 dari Surah Al-Insyiqaq

وَإِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنُ لَا يَسْجُدُونَ

Dan apabila al-Qur'an dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud,

Ayat ke-19 dari Surah Al-'Alaq

كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ

sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan),

Ayat ke-24 dari Surah Sad

وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا

Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk.

Bacaan Sujud Tilawah, Sujud Sahwi dan Sujud Syukur.

Bacaan Sujud Tilawah, Sujud Sahwi dan Sujud Syukur.

SUJUD TILAWAH

Sujud tilawah yaitu sujud karena membaca atau mendengar ayat-ayat Al-Qur’an tertentu, yakni yang dinamakan ayat-ayat sajadah. Bacaan sujud tilawah

:سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ“

Sajada wajhi lilladzi kholaqohu, wa showwarohu, wa syaqqo sam’ahu, wa bashorohu. Tabarakallahu ahsanul kholiqiin.”

Artinya:”Wajahku bersujud kepada Penciptanya, yang Membentuknya, yang Membentuk pendengaran dan penglihatannya. Maha Suci Allah Sebaik-baik Pencipta.”

SUJUD SAHWI

Sujud sahwi yaitu sujud yang dilakukan orang yang shalat, sebanyak dua kali untuk menutup kekurangan yang terjadi dalam pelaksanaan shalat, baik kekurangan raka’at, kelebihan raka’at, atau karena ragu-ragu yang disebabkan karena lupa.

Bacaan sujud sahwi

:سبحان الذي لا ينام ولا يسهو”

Subhaa nalladzi laa yanaa mu wa laa yas hu”

Artinya:“Maha Suci Allah yang tidak tidur dan tidak lupa.”

Untuk lebih lengkapnya silahkan baca disini:

SUJUD SYUKUR

Sujud syukur yaitu sujud yang dilakukan karena kita menerima kenikmatan atau mendengar berita yang menggembirakan. Bacaan sujud syukur

:سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ اَنْتَ رَبِّي حَقَّا حَقَّا، سَجَدْتُ لَكَ يَارَبِّ تَعَبُّدًا وَرِقًّا. اَللَّهُمَّ اِنَّ عَمَلِي ضَعِيْفٌ فَضَاعِفْ لِي. اَللَّهُمَّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تُبْعَثُ عِبَادُكَ وَتُبْ عَلَيَّ اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.”

Subhânakallâhumma Anta Rabbî haq-qan haqqâ, sajadtu laka yâ Rabbî ta-’abbudan wa riqqâ. Allâhumma inna ‘amalî dha’îfun fadha’i lî. Allâhumma qinî ‘adzâbaka yawma tub’atsu ‘ibâduka wa tub ‘alayya innaka Antat tawwâbur Rahîm.”

Artinya:”Maha Suci Engkau. Ya Allah, Engkaulah Tuhaku yang sebenarnya, aku sujud kepada-Mu ya Rabbi sebagai pengabdian dan penghambaan. Ya Allah, sungguh amalku lemah, maka lipat gandakan pahalanya bagiku. Ya Allah, selamatkan aku dari siksa-Mu pada hari hamba-hamba-Mu dibangkitkan, terimalah taubatku, sesunguhnya Engkau Maha Menerima taubat dan Maha Penyayang.”

Dikumpulkan dari berbagai sumber