Minggu, 19 Maret 2017

Syech Nawawi at tanary Albantani Kisah Karomahnya

Syech Nawawi tanara Albantani Kisah Karomahnya

Sanhaji

NU Online

Syekh Nawawi tanara Al-Bantani dikenal sebagai ulama Nusantara yang diakui dunia karena karya-karyanya serta keluasan ilmu di bidang fiqh, tafsir, aqidah, tasawuf dan ilmu keislaman lainnya. Karena kealiman dan keluhuran akhlaknya, Allah SWT memberikan karomah kepadanya.

Karomah Syekh Nawawi tersebut disampaikan Mustasyar PCNU Kabupaten Subang KH Nawawi saat berkunjung ke Pesantren Al-Mukhtariyyah, Kalijati, Subang, Jawa Barat pada Ahad (10/1).

"Suatu hari ketika dalam perjalanan, Syekh Nawawi mampir istirahat di sebuah tempat. Kemudian dia adzan karena akan shalat. Setelah adzan, ternyata tidak ada orang yang datang, akhirnya ia qamat lalu shalat sendirian," ungkapnya di depan puluhan santri.

Usai shalat, lanjut dia, Syekh Nawawi kembali melanjutkan perjalanan, tapi ketika menengok ke belakang, ternyata ada seekor ular raksasa dan mulutnya sedang menganga. "Akhirnya diketahui ternyata tadi Syekh Nawawi shalat di dalam mulut ular yang sangat besar itu," ujarnya.

Ia menambahkan, karomah Syekh Nawawi yang lain adalah ketika makamnya di Ma'la, Arab Saudi, akan dibongkar untuk kepentingan pelebaran jalan, alat berat yang digunakan untuk membongkar makamnya tersebut malah rusak.

Ketika dipaksa dibongkar, lanjut kiai yang sudah 5 kali ke Makkah ini, para pekerja kaget karena ternyata di dalam makam tersebut ada orang yang sedang sujud. Akhirnya makam dia tidak jadi dibongkar, dan dibuatlah jalan layang. 

Perpustakaan sebuah kampus di Mesir pernah terbakar. Kitab-kitab yang ada di situ hangus, kecuali satu, yaitu Marah Labid atau Tafsir Munir karya Syekh Nawawi Al-Bantani.

Menurut dia, karomah tersebut diberikan Allah SWT karena kealiman dan kesaolihan Syekh Nawawi. Orang yang alim dan saleh akan disayangi Allah SWT.

Kiai Nawawi mendorong kepada para santri agar menjadi anak yang alim dan saleh karena alim tanpa saleh atau pun sebaliknya, tidak cukup, keduanya harus menjadi sebuah kesatuan. 

Mencium Tangan Kyai

Mencium Tangan Kyai

Pertanyaan:

Apakah bersalaman dengan mencium tangan orang tua, ulama, kyai, ustadz dan sebagainya merupakan sikap ghuluw (berlebihan) dalam agama? Ranting NU Jepara, Kec. Bubutan, Sby

 

Jawaban:

 

Berjabat tangan adalah sebuah penghormatan sebagaimana sebuah hadis:

عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ gأَتَاكُمْ أَهْلُ الْيَمَنِ هُمْ أَرَقُّ النَّاسِ قُلُوْبًا وَهُمْ أَوَّلُ مَنْ حَيَّا بِالْمُصَافَحَةِ (الأوائل للطبراني ج 1 / ص 31)

”Akan datang kepada kalian penduduk Yaman. Mereka paling halus hatinya dan mereka adalah orang yang pertama kali memberi hormat dengan bersalaman” (HR Thabrani dalam al-Awail dari Anas)

Sementara mencium tangan, ulama beda pendapat. Para ulama yang memperbolehkan berdasarkan banyak riwayat. al-Hafidz Ibnu Hajar berkata:

قَالَ اِبْنُ بَطَّالٍ : الْأَخْذُ بِالْيَدِ هُوَ مُبَالَغَةُ الْمُصَافَحَةِ وَذَلِكَ مُسْتَحَبٌّ عِنْدَ الْعُلَمَاءِ، وَإِنَّمَا اِخْتَلَفُوْا فِي تَقْبِيْلِ الْيَدِ فَأَنْكَرَهُ مَالِكٌ وَأَنْكَرَ مَا رُوِيَ فِيهِ، وَأَجَازَهُ آخَرُوْنَ وَاحْتَجُّوْا بِمَا رُوِيَ عَنْ عُمَرَ أَنَّهُمْ لَمَّا رَجَعُوا مِنْ الْغَزْوِ حَيْثُ فَرُّوْا قَالُوْا نَحْنُ الْفَرَّارُونَ فَقَالَ: بَلْ أَنْتُمْ الْعَكَّارُوْنَ أَنَا فِئَةُ الْمُؤْمِنِيْنَ، قَالَ فَقَبَّلْنَا يَدَهُ قَالَ وَقَبَّلَ أَبُو لُبَابَةَ وَكَعْبُ بْنُ مَالِكٍ وَصَاحِبَاهُ يَدَ النَّبِيِّ g حِيْنَ تَابَ اللهُ عَلَيْهِمْ ذَكَرَهُ الْأَبْهَرِيّ، وَقَبَّلَ أَبُو عُبَيْدَةَ يَدَ عُمَرَ حِيْنَ قَدِمَ وَقَبَّلَ زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ يَدَ ابْنِ عَبَّاسٍ حِيْنَ أَخَذَ اِبْنُ عَبَّاسٍ بِرِكَابِهِ، قَالَ الْأَبْهَرِيّ: وَإِنَّمَا كَرِهَهَا مَالِكٌ إِذَا كَانَتْ عَلَى وَجْهِ التَّكَبُّرِ وَالتَّعَظُّمِ، وَأَمَّا إِذَا كَانَتْ عَلَى وَجْهِ الْقُرْبَةِ إِلَى اللهِ لِدِيْنِهِ أَوْ لِعِلْمِهِ أَوْ لِشَرَفِهِ فَإِنَّ ذَلِكَ جَائِزٌ(فتح الباري لابن حجر - ج 18 / ص 1)

”Ibnu Baththal berkata: Memegang tangan adalah berjabatan tangan dengan erat. Hal ini adalah sunah menurut para ulama. Mereka berbeda pendapat dalam hal mencium tangan,  Imam Malik mengingkari hal ini dan riwayat tentang mencium tangan. Ulama yang lain memperbolehkan dengan hujjah yang diriwayatkan dari Umar ketika umat Islam kabur dari perang mereka berkata: ’kami telah kabur’. Umar menjawab: ’bukan kabur, tapi kembali ke kelompok. Saya adalah golongan orang beriman’. Kemudian kami mencium tangan Umar. Abu Lubabah, Ka’b bin Malik dan kedua temannya mencium tangan Nabi ketika taubat mereka diterima (HR al-Baihaqi dalam Dalail an-Nubuwwah). Abu Ubaidah mencium tangan Umar ketika datang (Diriwayatkan oleh Sufyan dalam al-Jami’). Zaid bin Tsabit mencium tangan Ibnu Abbas ketika mengambilkan kendaraannya (Diriwayatkan oleh Thabari dan Ibnu al-Muqri). al-Abhari berkata: Imam Malik menghukumi makruh jika salaman tersebut bertujuan sombong. Jika bersalaman ditujukan untuk mendekatkan diri kepada Allah karena agamanya, ilmunya atau kemuliaannya, maka hal itu boleh”(Fath al-Bari 18/1)

Ziarah Makam Mencari Berkah

Ziarah Makam Mencari Berkah

Pertanyaan:

Bolehkah berziarah ke makam wali sambil bertawassul dan mencari berkah? Ahad Dluha, MWC NU Gubeng.

Jawaban:

Inilah yang menjadi kesalahpahaman dari sebagian kecil umat Islam yang kemudian menghukumi syirik bagi umat Islam yang berziarah ke makam para ulama dan Auliya’ dengan maksud bertabarruk. Hal yang perlu diluruskan bahwa umat Islam yang berziarah dengan bertawassul dan bertabarruk adalah orang Islam yang beriman, yang mengesakan Allah, tidak berdoa dan tidak mencari berkah kecuali hanya kepada Allah.

Ziarah yang demikian sudah menjadi amaliyah para ahli hadis, diantaranya:

 

-            Ziarah ke Makam Rasulullah Saw

 

1.         Jawaban dari Imam Ahmad

 

سَأَلْتُهُ عَنِ الرَّجُلِ يَمُسُّ مِنْبَرَ النَّبِيِّ g وَيَتَبَرَّكُ بِمَسِّهِ وَيُقَبِّلُهُ وَيَفْعَلُ بِالْقَبْرِ  مِثْلَ ذَلِكَ  أَوْ نَحْوَ هَذَا يُرِيْدُ بِذَلِكَ التَّقَرُّبَ إِلَى اللهِجَلَّ وَعَزَّ فَقَالَ لاَ بَأْسَ بِذَلِكَ(العلل ومعرفة الرجال لاحمد بن حنبل 2 / 492 رقم 3243)

"Saya (Abdullah bin Ahmad) bertanya kepada Imam Ahmad tentang seseorang yang memegang mimbar Nabi Saw, mencari berkah dengan memegangnya dan menciumnya. Ia juga melakukannya dengan makam Rasulullah seperti diatas dan sebagainya. Ia lakukan itu untuk mendekatkan dir kepada Allah. Imam Ahmad menjawab: Tidak apa-apa" (Ahmad bin Hanbal al-'lal wa Ma'rifat al-Rijal 3243)

2.         Ahli Hadis ath-Thabrani dan Abu Syaikh (Ibnu Hibban)

قَالَ ابْنُ الْمُقْرِئِ كُنْتُ أَنَا وَالطَّبَرَانِيُّ وَأَبُوْ الشَّيْخِ بِالْمَدِيْنَةِ فَضَاقَ بِنَا الوَقْتُ فَوَاصَلْنَا ذَلِكَ اليَوْمَ فَلَمَّا كَانَ وَقتُ العِشَاءِ حَضَرْتُ الْقَبْرَ وَقُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ الْجُوْعَ فَقَالَ لِي الطَّبْرَانِيُّ اِجْلِسْ فَإِمَّا أَنْ يَكُوْنَ الرِّزْقُ أَوِ الْمَوْتُ فَقُمْتُ أَنَا وَأَبُوْ الشَّيْخِ فَحَضَرَ اْلبَابَ عَلَوِيٌّ فَفَتَحْنَا لَهُ فَإِذَا مَعَهُ غُلاَمَانِ بِقَفَّتَيْنِ فِيْهِمَا شَيْءٌ كَثِيْرٌ وَقَالَ اَشَكَوْتُمْ إِلَى النَّبِيِّ g؟ رَأَيْتُهُ فِي النَّوْمِ فَأَمَرَنِي بِحَمْلِ شَيْءٍ إِلَيْكُمْ(الحافظ الذهبي في تذكرة الحفاظ 3 / 121 وفي سير أعلام النبلاء  31 / 473 والحافظ ابن الجوزي في الوفا بأحوال المصطفى 818)

"Ibnu al-Muqri berkata: Saya berada di Madinah bersama al-Hafidz al-Thabrani dan al-Hafidz Abu al-Syaikh. Waktu kami sangat sempit hingga kami tidak makan sehari semalam. Setelah waktu Isya' tiba, saya mendatangi makam Rasulullah, lalu saya berkata: Ya Rasulallah, kami lapar. Al-Thabrani berkata kepada saya: Duduklah, kita tunggu datangnya rezeki atau kematian. Saya dan Abu al-Syaikh berdiri, tiba-tiba datang laki-laki Alawi (keturunan Rasulullah Saw) di depan pintu, lalu kami membukakan pintu. Ternyata ia membawa dua orang budaknya yang membawa dua keranjang penuh dengan makanan. Alawi itu berkata: Apakah kalian mengadu kepada Rasulullah Saw? Saya bermimpi Rasulullah dan menyuruhku membawa makanan untuk kalian" (Diriwayatkan oleh al-Hafidz al-Dzahabi dalamTadzkirah al-Huffadz III/121 danSiyar A'lam al-Nubala' XXXI/473, dan oleh Ibnu al-Jauzi dalam al-Wafa' bi Ahwal al-Musthafa 818)

-            Makam Imam Abu Hanifah

عَنْ عَلِيِّ بْنِ مَيْمُوْنٍ قَالَ سَمِعْتُ الشَّافِعِيَّ يَقُوْلُ اِنِّي َلأَتَبَرَّكُ بِأَبِي حَنِيْفَةَ وَأَجِيْءُ إِلَى قَبْرِهِ فِي كُلِّ يَوْمٍ يَعْنِي زَائِرًا فَإِذَا عُرِضَتْ لِي حَاجَةٌ صَلَّيْتُ رَكْعَتَيْنِ وَجِئْتُ إِلَى قَبْرِهِ وَسَأَلْتُ اللهَ تَعَالَى الْحَاجَةَ عِنْدَهَ فَمَا تَبْعُدُ عَنِّي حَتَّى تُقْضَى (الحافظ الخطيب البغدادي في تاريخ بغداد 1 / 123 وعبد القادر ابن ابي الوفا في طبقات الحنفية 2 / 519) أخبار أبي حنيفة للقاضي الصيمري - (1 / 94) الطبقات السنية في تراجم الحنفية التقي الغزي - (1 / 46)

"Dari Ali bin Maimun, ia berkata: Saya mendengar Syafi'i berkata bahwa: Saya mencari berkah dengan mendatangi makam Abu Hanifah setiap hari. Jika saya memiliki hajat maka saya salat dua rakaat dan saya mendatangi makam Abu Hanifah. Saya meminta kepada Allah di dekat makam Abu Hanifah. Tidak lama kemudian hajat saya dikabulkan" (al-Hafidz Khatib al-Baghdadi dalam Tarikh Baghdad I/123 dan Ibnu Abi Wafa dalam Thabaqat al-HanafiyahII/519)

-            Makam Yahya bin Yahya

قَالَ الْحَاكِمُ سَمِعْتُ أَبَا عَلِيِّ النَّيْسَابُوْرِي يَقُوْلُ كُنْتُ فِي غَمٍّ شَدِيْدٍ فَرَأَيْتُ النَّبِيَّ g فِي الْمَنَامِ كَأَنَّهُ يَقُوْلُ لِي صِرْ إِلَى قَبْرِ يَحْيَى بْنِ يَحْيَى وَاسْتَغْفِرْ وَسَلْ تُقْضَ حَاجَتُكَ فَاَصْبَحْتُ فَفَعَلْتُ ذَلِكَ فَقُضِيَتْ حَاجَتِي (الحافظ ابن حجر في تهذيب التهذيب 11 / 261 والحافظ الذهبي في تاريخ الاسلام 1756)

"Al-Hakim berkata: Saya mendengar Abu Ali al-Naisaburi berkata bahwa saya berada dalam kesulitan yang sangat berat, kemudian saya bermimpi melihat Rasulullah Saw seolah beliau berkata kepada saya: Pergilah ke makam Yahya bin Yahya, mintalah ampunan dan berdolah kepada Allah, maka hajatmu akan dikabulkan. Pagi harinya saya melakukannya dan hajat saya dikabulkan" (al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Tahdzib al-Tahdzib XI/261 dan al-Hafidz al-Dzhabi dalamTarikh al-Islam 1756)

-            Makam Musa bin Ja'far al-Kadhim

عَنْ عَلِيِّ الْخَلاَّلِ يَقُوْلُ مَا هَمَّنِي أَمْرٌ فَقَصَدْتُ قَبْرَ مُوْسَى بْنِ جَعْفَرٍ فَتَوَسَّلْتُ بِهِ اِلاَّ سَهَّلَ اللهُ تَعَالَى لِي مَا أُحِبُّ (تاريخ بغداد للحافظ الخطيب البغدادي 1 / 120) 

"Diriwayatkan dari Ali al-Khallal (pemuka Madzhab Hanbali), ia berkata: Saya tidak pernah mengalami masalah lalu saya datang ke makam Musa bin Ja'far dan bertawassul dengannya, kecuali Allah memudahkan kepada saya hal-hal yang saya inginkan"(al-Hafidz Khatib al-Baghdadi dalam Tarikh Baghdad I/120)

والله أعلم ب الصوب

Berkah Orang Shaleh

Berkah Orang Shaleh

Pertanyaan:

Bolehkah mencari berkah dari orang shaleh? Benarkah bertentangan dengan Agama? Andy Bandung

Jawaban:

Berkah artinya adalah 'bertambahnya nilai kebaikan.' Selama berkah ditujukan meminta kepada Allah, maka diperbolehkan. Sementara orang shaleh hanya perantara saja. Berikut ini dalil-dalilnya.

Rasulullah mencari berkah air wudlu’ umat Islam:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللهِ الْوُضُوءُ مِنْ جَرٍّ جَدِيدٍ مُخَمَّرٍ أَحَبُّ إِلَيْكَ أَمْ مِنَ الْمَطَاهِرِ؟ فَقَالَ لا بَلْ مِنَ الْمَطَاهِرِ إِنَّ دِينَ اللهِ الْحَنِيفِيَّةُ السَّمْحَةُ قَالَ وَكَانَ رَسُولُ اللهِ gيَبْعَثُ إِلَى الْمَطَاهِرِ فَيُؤْتَى بِالْمَاءِ فَيَشْرَبُهُ يَرْجُو بَرَكَةَ أَيْدِي الْمُسْلِمِينَ (رواه الطبراني)

“Diriwayatkan dari Ibnu Umar, bahwa ia bertanya kepada Nabi: Ya Rasulallah, apakah berwudlu dari wadah baru yang tertutup ataukah dari tempat-tempat berwudlu’ yang lebih engkau senangi? Rasulullah menjawab: Tidak. Tapi dari tempat-tempat berwudlu’. Agama Allah adalah yang condong dan mudah. Ibnu Umar berkata: Kemudian Rasulullah menyuruh seseorang ke tempat-tempat berwudlu’ dan beliau diberi air wudlu’, kemudian beliau meminumnya. Beliau mengharap berkah dari tangan-tangan umat Islam” (HR Thabrani dalam al-Kabir No 235, al-Ausath No 806, al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman No 2669 dan Abu Nuaim 8/203)

Derajat Hadis adalah ‘Hasan’, berdasarkan penilaian mayoritas ulama. al-Hafidz al-Haitsami berkata: “Diriwayatkan oleh al-Thabrani dalam al-Ausath, para perawinya dinilai terpercaya. Dan Abdul Aziz bin Abi Rawad adalah terpercaya, dinisbatkan kepada golongan Murjiah” (Majma’ az-Zawaid 1/133)

Syaikh Albani pun memasukkan hadis diatas dalam kitabnya as-Silsilah ash-Shahihah 5/117. Albani berkata: “Abdul Aziz bin Abi Rawad diperselisihkan oleh ulama, mayoritas menilainya terpercaya. Menurut saya, pendapat yang unggul adalah dia di level tengah hadis hasan, apalagi ia diriwayatkan oleh Bukhari dalam sahihnya. Al-Hafidz (Ibnu Hajar) berkata: Sangat jujur, kadang salah. al-Haitsami berkata: “Diriwayatkan oleh al-Thabrani dalam al-Ausath, para perawinya dinilai terpercaya. Dan Abdul Aziz bin Abi Rawad adalah terpercaya, dinisbatkan kepada golongan Murjiah”. Saya berkata: Muslim berhujjah dengannya. Dan faktor dia menjadi murjiah tidaklah berpengaruh, sebagaimana ditetapkan dalam Mushtalah al-Hadis”.

Dalil lainnya, diriwayatkan dari Aisyah, bahwa:

عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللهِ g كَانَ إِذَا اشْتَكَى يَقْرَأُ عَلَى نَفْسِهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ وَيَنْفُثُ، فَلَمَّا اشْتَدَّ وَجَعُهُ  كُنْتُ أَقْرَأُ عَلَيْهِ  وَأَمْسَحُ بِيَدِهِ  رَجَاءَ بَرَكَتِهَا

(رواه البخارى رقم 5016)

"Ketika Rasulullah Saw sakit beliau membaca Surat al-Falaq dan an-Nas, beliau lalu meniupnya. Jika semakin parah, maka saya membacakannya dan saya usap tangan beliau, untuk mengaharap berkahnya" (HR al-Bukhari No 5016)

Diriwayatkan Asma’ binti Abu Bakar berkata:

قَالَتْ هَذِهِ كَانَتْ عِنْدَ عَائِشَةَ حَتَّى قُبِضَتْ فَلَمَّا قُبِضَتْ قَبَضْتُهَا وَكَانَ النَّبِىُّ g يَلْبَسُهَا فَنَحْنُ نَغْسِلُهَا لِلْمَرْضَى يُسْتَشْفَى بِهَا (رواه ابو داود ومسلم والبخاري في الادب المفرد)

Jubah ini (pada mulanya) dipegang oleh Aisyah sampai ia wafat. Setelah wafat saya ambil jubah tersebut. Rasulullah e memakai jubah ini. Kami membasuhnya untuk orang-orang yang sakit, kami mengharap kesembuhan melalui jubah tersebut”. (HR. Abu Dawud, Muslim dan al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad)

Dari sebuah hadis sahih ketika Rasulullah Saw memamah kurma yang kemudian diberikan kepada anak yang baru lahir, Imam Nawawi berkata: "Para ulama sepakat disunahkannya memamah makanan. Dan dianjurkan yang memamah tadi adalah orang shaleh dan orang-orang yang diharapkan berkahnya, laki-laki atau wanita" (Syarah Sahih Muslim 14/122)

Ad-Dumairi dalam kitabnya Hayatul Hayawan al-Kubra (1/100-101) meriwayatkan bahwa Imam Syafii juga mengambil berkah dari air basuhan jubah Imam Ahmad bin Hanbal. Dan masih banyak dalil tabarruk lain dari para sahabat maupun para ulama.

 

Detik-Detik Runtuhnya Khilafah Islam Pada 3 Maret 1924

Detik-Detik Runtuhnya Khilafah Islam Pada 3 Maret 1924

KHILAFAH Islamiyyah telah bermula sejak zaman selepas kewafatan Rasulullah SAW, sejak pemerintahan Khulafaur Rasyidin, dilanjutkan pemerintahan Bani Umayyah, Bani Abbasiyyah, serta beberapa kerajaan lain sebelum kejatuhan kerajaan Islam yang terakhir, yaitu kerajaan Turki Utsmaniyyah.

Khilafah Islamiyyah merupakan kekuatan umat Islam yang amat menggetarkan pihak Barat. Khalifah adalah pengganti Rasulullah dalam mentadbir dan memerintah negara Islam, sekaligus sebagai pemimpin bagi umat Islam secara keseluruhan.

Setelah beberapa abad menguasai dua pertiga dunia, Kerajaan secara resmi dibubarkan pada 3 Maret 1924 M bertepatan dengan 27 Rejab 1342 H oleh Mustafa Kemal Atartuk. Kerajaan Islam terakhir yang mampu bertahan sehingga jatuhnya Khilafah Islamiyyah ini adalah Kerajaan Utsmaniyyah.

Siapa Mustafa Kemal Atartuk?

Mustafa Kemal Atartuk merupakan dalang dan pengkhianat di balik kejatuhan kerajaan Utsmaniyyah dan pembubaran Khilafah Islamiyyah khususnya.

Mustafa dilahirkan di Salonica pada 12 Maret 1881 Salonica merupakan kota orang Yahudi yang mempunyai penduduk sejumlah 140.000 orang. Sebanyak 20 000 dari mereka merupakan orang Yahudi Aldunama, yaitu kaum Yahudi yang berpura-pura memeluk agama Islam.

Sewaktu kecil, Mustafa Kemal Atartuk sangat dibenci dan disisihkan oleh teman-temannya. Dia  sering bertengkar dengan guru, dan merasa senang jika mampu menyakiti seseorang. Dia sangat membenci bangsa Arab.

Ia mulai sekolah di Sekolah Fatimah, sebuah sekolah agama yang terkenal.Namun karena ayahnya membenci guru guru agama, Mustafa dipindahkan ke sekolah lain yang memasukkan Kurikulum Barat dalam pendidikannya. Pada usia dua belas tahun, Mustafa telah memasuki sekolah tentera di Salonica. Di sinilah guru-gurunya memberi gelar “Kemal” yang berarti pandai dalam pelajaran dan matematika.

Pada tahun 1898 ketika berusia 17 tahun, Dia memasuki Sekolah Tentara Monaster dan pada 1899, dia masuk Sekolah Tentara Istanbul. Di sini dia mulai aktif di bidang politik dan memasuki gerakan – gerakan rahasia. Pada tahun 1902 dia mendapat pendidikan di Akademi Staf Komando Militer dan lulus pada tahun 1905.

Mustafa Kemal Atartuk merupakan militer Turki yang melakukan konspirasi bersama pihak Barat untuk menjatuhkan Khilafah Islamiyyah dan menjadikan Turki sebuah Republik yang berdasarkan ideologi sekular. Dia meninggal dunia pada hari Kamis, 10 November 1938 karena mengidap berbagai penyakit, diantaranya Sirosis Hepatis karena mengkonsumsi alkohol yang banyak, penyakit kelamin (GO) serta beberapa penyakit lain yang mengerikan.

BANYAK peristiwa yang terjadi sebelum kejatuhan Khilafah secara rasmi pada 3 Maret 1924 M.

Peperangan Yunani-Turki

Peperangan antara Yunani dan Mustafa Kemal Atartuk merupakan peperangan yang telah lama diatur. Negara-negara Sekutu mendatangi Perdana Menteri Yunani, Venizelos untuk mendukung mereka agar Yunani menjalankan misi menjatuhkan Khilafah Islamiyyah. Dan Vinezelos setuju setelah mendapat dorongan dari pemuka pemuka agamanya dengan beberapa syarat, diantaranya penyerahan Kota Konstantinopel kepada Yunani jika mereka menang.

Atas persetujuan ini, Perancis kemudian mengirim dua orang wakil ke Turki untuk menawarkan Konsep Freemasonary kepada Turki dan bantuan dari Perancis dalam bentuk peralatan perang yang cukup untuk 40,000 orang tentara dan bala tentara dari Syria sebanyak 8,000 orang. Amerika dan Italia ikut terlibat di dalam perdagangan senjata ini.

Pertempuran Tentara Yunani dan Turki berlangsung beberapa kali dan akhirnya Yunani dikalahkan oleh tentara Turki. Perang pertama pada tanggal 10 Juli 1920 menyebabkan mundurnya Tentara Turki. Pertempuran kedua pada 23 Agustus 1921 juga menyebabkan kekalahan buruk bagi Turki.

Namun pada 13 September 1921, peperangan yang berlaku di Saqoria menunjukkan kekuatan tentara Turki yang dipimpin oleh Mustafa Kemal Atartuk dengan mengalahkan tentara Yunani. Kemenangan Turki ini memberikan kepercayaan kepada kepimpinan Mustafa Kemal. Umat Islam mulai memberikan perhatian kepadanya dan tidak lagi mempedulikan Khalifah.Sikap Umat Islam ini sesuai dengan Konsep Freemason dan Barat untuk mengorbitkan nama Mustafa Kemal Atartuk.

Muktamar Luzan I

Muktamar ini diadakan pada Tanggal  28 Oktober 1922 M. Muktamar ini mendatangkan perwakilan Kerajaan Sementara Ankara, perwakilan Kerajaan Utsmaniyyah serta negara-negara Sekutu. Undangan kepada perwakilan Kerajaan Utsmaniyyah hanyalah sebagai rasa keadilan semata.

Dalam Muktamar ini, tidak dibicarakan masalah kepentingan bersama, tetapi secara bulat memutuskan bahwa Turki akan dibentuk menjadi sebuah negara Republik dan kerajaan Utsmaniyyah dihapuskan.

Turki secara rasmi menjadi sebuah negara Republik pada tanggal 17 November 1922 oleh Majelis Kebangsaan Turki di Ankara. Akan tetapi, jabatan khalifah masih dipertahankan, namun hanya mengurusi hal hal yang berkaitan dengan agama saja.

Mukmatar Luzan II

Muktamar Luzan tidak hanya berhenti sampai disitu, selanjutnya diadakan muktamar yang kedua dengan beberapa rancangan sulit yang telah disampaikan oleh wakil Mustafa Kemal Atartuk yaitu Esmet Inono dan wakil Negara-negara Sekutu yaitu Lord Qiruzon. Rancangan sulit yang dibicarakan adalah:

- Mustafa Kemal Atartuk harus membebaskan Turki dari pengaruh Islam.

- Jabatan Khalifah harus dihapuskan.

- Gaya hidup Islam harus diganti dengan gaya hidup Barat yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Perjanjian Esmut Inono dan Lord Qiruzon

Perjanjian ini berlangsung lebih kurang delapan bulan setelah Muktamar Luzan II diadakan. Perjanjian yang ditandatangani adalah : Turki harus membebaskan Qobrus, Syam, Iraw, Al-Jazair, Tunis, Mesir dan Libya dari pemerintahannya.Tujuannya jelas bahwa Inggris berniat memperluas jajahannya setelah kejatuhan Khilafah Islamiyyah nanti.

Muktamar Luzan 1923 M

Muktamar Luzan 1923 M menetapkan beberapa syarat yang harus diterima oleh Turki. Syarat-syarat tersebut ialah:

- Penghapusan semua hal yang berkaitan dengan Islam dari Turki

Penghapusan Khalifah untuk selama-lamanya

- Mengeluarkan Khalifah, para pendukungnya dan Islam dari negeri – Turki, serta mengambil harta Khalifah

- Mengambil undang-undang sipil menggantikan undang-undang Turki yang lama

Pembubaran Khilafah Islamiyah 3 Maret 1924 M

Setelah lama merancang secara teliti dan mengadakan kesepakatan – kesepakatan rahasia, membawa masuk unsur-unsur negatif kepada kerajaan Utsmaniyyah, serta pengaruh individu – individu yang bermuka dua terutama Mustafa Kemal Atartuk sebagai dalang utama serta membawa harapan Barat.Mereka melaksanakan impiannya  untuk menghapuskan Khilafah Islamiyyah yang menjadi nadi kekuatan umat Islam. Dan akhirnya pada 3 Maret 1924, secara rasminya Khilafah Islamiyyah dibubarkan.

Pada tanggal ini juga Mustafa Kemal Atartuk dengan resmi telah melakukan beberapa perubahan drastik, di antaranya:

- Mengumumkan pemisahan agama dari pemerintahan negara

- Menutup mahkamah – mahkamah Syariah

- Menghapus jabatan Menteri Syariah dan Menteri Auqaf

- Mengusir Khalifah Abdul Majid II serta semua keluarganya dari Turki.

KEJATUHAN Khilafah Islamiyyah, secara keseluruhan memberi dampak yang amat mendalam bagi umat Islam dari berbagai aspek, sejak detik kejatuhannya 88 tahun yang lalu, hingga hari ini. Diantaranya terhadap identitas umat Islam, agama, sosial, undang-undang, pendidikan, ekonomi, bahasa, kesatuan umat Islam, bahasa dan pemikiran.

Hilangnya Identitas Umat Islam

Dampak kejatuhan Turki Utsmaniyyah diantaranya  adalah hilangnya identitas umat islam yang tidak memiliki sistem pemerintahan khilafah. Umat islam menjadi lemah sehingga mudah dijajah satu persatu dan umat islam mulai dikotak-kotakkan serta ditindas karena tiada ada pemerintah yang adil lagi bijak. Umat islam tidak mampu mengamalkan ajaran islam yang sebenarnya karena tidak ada pemimpin islam.

Selain itu, umat Islam mengalami gejala perpecahan yang amat dahsyat yang semula berada di bawah satu khilafah Islamiyyah. Munculnya kerajaan – kerajaan kecil yang mempunyai sistem perundangan dan identitas sendiri.Kedatangan penjajah yang telah menghapuskan sistem Khilafah islamiyyah dan membagi Negara-negara umat islam menjadi kerajaan kerajaan kecil mengikuti identitas bangsa dan budaya negeri. Maka lahirlah Negara Mesir, Iran, Arab Saudi, Kuwait dan lain-lain.

Agama 

Dari sisi agama, Mustafa Kemal Atartuk memerintahkan penerjemahan Al-Quran ke dalam bahasa Turki, sehingga kehilangan makna-makna dan cita rasa bahasanya.

Hari libur umat islam yaitu hari Jumat diganti menjadi hari Ahad mengikuti hari libur orang Kristen. Perayaan hari raya Aidilfitri dan hari raya Aidiladha dihapuskan karena dianggap mengganggu ketenteraman rakyatnya. Kaum muslimin Turki dilarang menunaikan Haji. Kalendar Barat menggantikan Kalendar Hijriyyah. Kaum muslimin dipaksa menyerukan azan dengan bahasa Turki. Suatu ketika dia mendengar azan subuh dari masjid yang dekat dengan istananya, maka dia memerintahkan supaya tempat azan tersebut dirobohkan.Umat Islam dipaksa membaca Al-Quran dengan bahasa Turki bukan dengan bahasa arab.

Selain itu, Dia terus menerus menghina masjid-masjid dan mengurangi jumlah khatib yang dibayar pemerintah sehingga berjumlah hanya 300 khatib. Dia juga memerintahkan mereka untuk membicarakan banyak perkara dalam khutbah Jumat antaranya masalah pertanian, industri, politik dan disertai dengan pujian ke atasnya.

Sosial

Dari segi sosial, Umat islam dilarang memakai Tarbus dan menggantikannya dengan topi yang menjadi simbol kekafiran dalam pandangan bangsa Turki Muslim. Mustafa Kemal memerintahkan tentaranya membuat tiang gantung di seluruh lapangan yang terdapat di Bandar. Mereka yang menolak memakai topi, akan digantung di lapangan tersebut.

Pelarangan jilbab bagi wanita juga dilakukan. Kaum wanita diperintah menanggalkan jilbab termasuk di universitas dan sekolah. Ketika kaki dan tangan seorang wanita mengenakan penutup, maka mereka dianggap melakukan kesalahan dan dipecat dari jabatan.

Dia juga melarang poligami, menyamakan hak dan kewajipan antara lelaki dan wanita. Pemerintah memaksa wanita keluar rumah untuk memegang jabatan kerajaan yang dulu wanita kebanyakan berperan sebagai ibu rumahtangga.Pemerintah mendorong diselenggarakan pesta-pesta tari dan drama-drama yang menggabungkan antara lelaki dan perempuan.

Undang Undang

Dari sisi undang – undang, Al-Quran tidak lagi dijadikan dasar utama dalam penyelenggaraan negara dan pembentukan undang-undang. Undang-undang Allah SWT dianggap kuno dan ketinggalan jaman. Undang-undang Syariah digantikan dengan undang-undang Sipil yang berdasarkan sekularisme dengan mengadopsi Undang-undang Swiss, Itali dan Jerman.

Pendidikan

Dari sisi pendidikan, kebanyakan sekolah agama diganti dengan sekolah sekuler, yang menerapkan sistem pendidikan sekular sebagai dasar sistem pendidikan negara. Sistem yang bertujuan memisahkan islam dari kehidupan dunia manusia.

Mereka mendirikan sekolah yang mengajarkan Tarian Timur dan Tarian Barat supaya negara Islam terus mengalami kemunduran melalui hiburan dan berbagai bentuk maksiat yang meninggalkan syariat dan pertimbangan akal yang normal.

Ekonomi

Ekonomi Islam dihapus dan diganti dengan sistem ekonomi barat seperti Kapitalis, Sosialis, atau globalisasi ekonomi dan sebagainya. Bank-bank riba bebas bergerak  dalam negara negara Islam. Penyelenggaraan ekonomi berbasis riba adalah hal biasa dalam kehidupan umat islam walaupun Islam dengan jelas mengharamkannya. Arak dan judi diperjualbelikan dan dijadikan sumber pemasukan utama bagi individu dan negara tanpa melihat dampak negatifnya dalam masyarakat.

Bahasa

Pemerintah juga mengganti bahasa Arab dan bahasa Turki dengan huruf Latin.Dengan cara tersebut, bangsa Turki dipisahkan secara total dari agama dan warisan mereka. Mereka yang tidak menguasai huruf latin dengan baik pada ketika itu dihukum dengan pengharaman kerja, menarik balik kewarganegaraan, pengusiran dari tanah air dan penjara. Selain itu, pengajaran bahasa arab dan bahasa Turki dihapuskan serta penggunaan bahasa arab dalam penulisan dan komunikasi dihavcurkan Khilafah

Dampak kejatuhan Khilafah sangat merugikan umat Islam. Sebagai umat Islam, kita  harus senantiasa mengambil pengajaran dan menyadari kelemahan kita sendiri dan sungguh sungguh mencari kekuatan untuk mengembalikan Khilafah Islamiyyah, agar umat Islam kembali bersatu padu seperti zaman Rasulullah s.a.w lebih 1400 tahun yang lalu. 

Sabtu, 18 Maret 2017

Hukum Mengafirkan Orang Muslim karena Dosa Tertentu

Hukum Mengafirkan Orang Muslim karena Dosa Tertentu

Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Yang terhormat ustad, Belakangan ini banyak muncul para muballigh yang dengan ringan menghakimi “kafir” dan “fasik” terhadap orang seiman. Bagaimana sikap kita sebagai pendengar ceramah para mubaligh seperti ini? Mohon keterangannya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. 

Jawaban
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Penanya dan pembaca yang budiman. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan petunjuk-Nya untuk kita semua. Islam memang tidak tunggal. Kita mengenal sejumlah paham dalam sepanjang sejarah Islam itu sendiri seperti paham Ahlussunnah, Khawarij, Muktazilah, dan lain-lain.

Setiap paham ini memiliki cara pandang berbeda terhadap konsekuensi bagi orang-orang yang berbuat dosa. Ada kelompok (dalam hal ini Khawarij) yang menilai orang berdosa telah keluar dari iman. Kelompok lain (dalam hal ini Ahlusunnah wal Jamaah) ada yang menganggap orang berdosa tetap sebagai orang beriman. Ada juga kelompok (dalam hal ini Muktazilah) yang menilai orang berdosa keluar dari iman tetapi tidak sampai menjadi kufur.

Sementara umat Islam umumnya di Indonesia yang menganut paham Ahlusunnah wal Jamaah dilarang menghakimi akidah orang seiman. Hal ini bisa dipahami karena umat Islam Indonesia masih mempelajari kitab-kitab kalam berpaham Ahlussunnah wal Jamaah seperti kode etik penganut paham Ahlussunnah yang kami kutip berikut ini.

فلا نكفر مؤمنا  بالوزر) مفرع على ما ذكر أي فلا نكفر بالنون أي معاشر أهل السنة أو بالتاء أي أيها المخاطب أحدا من المؤمنين بارتكاب الذنب صغيرة كان الذنب أو كبيرة عالما كان مرتكبه أو جاهلا بشرط أن لا يكون ذلك الذنب من المكفرات كإنكار علمه تعالى بالجزئيات والا كفر مرتكبه قطعا وبشرط أن لا يكون مستحلا له وهو معلوم من الدين بالضرورة كالزنا وإلا كفر باستحلاله لذلك وخالفت الخوارج فكفروا مرتكب الذنوب وجعلوا جميع الذنوب كبائر كما سيأتي (ومن يمت ولم يتب من ذنبه فأمره مفوض لربه)

Artinya, “(Kita tidak boleh mengafirkan orang lain yang seiman karena sebuah dosa), ini rincian atas penjelasan sebelumnya. Kalau dibaca dengan ‘nun’, maka artinya ‘Kita sebagai penganut Ahlussunah tidak mengafirkan orang lain.’ Kalau dibaca dengan ‘ta’, maka artinya, ‘Kamu tidak boleh mengafirkan orang lain yang seiman karena ia telah berdosa baik dosa kecil maupun dosa besar, baik ia menyadari maupun tidak menyadari bahwa itu adalah dosa.’ Tentu dengan catatan bahwa dosa itu bukan termasuk dosa yang menyebabkannya menjadi kufur seperti pengingkaran atas pengetahuan Allah terhadap hal-hal yang kecil. Kalau seseorang mengingkari itu, maka ia jatuh ke dalam kekufuran. Di samping itu ia juga tidak menghalalkan larangan Allah yang sangat maklum dalam agama seperti larangan zina. Kalau seseorang menganggap halal larangan seperti itu, maka ia telah kufur karena telah menganggap halal larangan yang hukumnya sudah terang. Ahlusunnah berbeda dengan kelompok Khawarij. Khawarij mengafirkan orang seiman yang berbuat dosa dan mereka menganggap semua dosa itu sebagai dosa besar. (Orang beriman yang meninggal dunia sementara ia belum sempat bertobat, maka [kita] serahkan saja kepada Allah),” (Lihat Syekh Ibrahim Al-Baijuri, Hasyiyah Tuhfatil Murid ala Jauharatit Tauhid, Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabaiyah, tanpa tahun, halaman 112).

Kutipan di atas jelas memberikan panduan bagi penganut paham Ahlussunnah untuk tidak menghakimi keimanan orang Muslim hanya karena perilaku atau dosa yang dilakukannya. Kalangan Ahlussunnah wal Jamaah yang berada di bawah bimbingan Al-Quran dan hadits menyerahkan sepenuhnya masalah keimanan orang lain kepada Allah SWT.

Saran kami, kita sebagai penganut paham Ahlussunnah wal Jamaah tidak perlu ikut-ikutan para dai dan muballigh-muballigh yang mengadili keimanan orang beriman lainnya. Pasalnya, bagi Ahlussunnah wal Jamaah penilaian atas keimanan orang lain merupakan hak penuh Allah SWT. Di sinilah menurut kami letak kemoderatan paham Ahlussunnah wal Jamaah seperti yang diyakini oleh mayoritas umat Islam di Indonesia.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq
Wassalamu ’alaikum wr. wb.

Jumat, 17 Maret 2017

JIN UMMU SIBYAN

Bagi ibu2. Yg sedang mengandung dan anaknya yg masih kecil jangan lakukan hal ini agar tdk diganggu jin Ummu Sibyan!!

Al fakir as shonhaji 

Saudaraku mungkin ada yang pernah mendengar nama Ummu Sibyan ,dia adalah kaum jin dari jenis perempuan yang suka mengganggu bayi dan anak yang berusia kurang dari 2 tahun serta ibu yg sedang mengandung, itulah sebabnya bayi yang baru lahir perlu di azankan terlebih dahulu agar bayi itu tidak di ikuti oleh jin ini. 

Apa kerja jin Ummu Sibyan?
Kerja dia antara lain ialah Mengganggu bayi yang baru dilahirkan dan anak-anak (biasanya kurang dari 2 tahun) serta ibu yang mengandung.

Jin Ummu Sibyan memiliki muka yang mengerikan dengan mata yang besar dan berjalan di dinding seperti cicak,Ummu Sibyan juga boleh mengikat rahim wanita serta membunuh bayi yang masih dalam kandungan.

Seperti yang di ceritakan dalam kisah “Jin Ummu Shibyan Dengan Nabi Sulaiman”,jin ini berkata ia bisa memasuki dalam rahim orang perempuan dan mengikat rahimnya serta menyumbat dengan tujuan agar wanita tsb  tidak mengandung.

Diceritakan juga jin ini masuk ke dalam Rahim wanita yang sdng mengandung, di waktu janin di dalam kandungannya sedang membesar jin ini akan menendanggnya, maka akibatnya keguguran dan jadilah rahimnya kosong semua.

Tanda-tanda bayi terkena gangguan jin Ummu Sibyan :
Bayi menangis  (matanya terbelalak memandang ke atas / sudut tertentu)

Anak-anak berjalan kemudian jatuh seakan-akan ada yg mendorong.

Mengigau sambil mengasah gigi berulang kali.

Demam panas hanya selepas Asar hingga sebelum subuh

Dari gangguan di atas akan mengakibatkan.

    Sawan Tangis
    Autisme (Over Hiperaktif)
    Nakal tahap Gaban
    Terencat akal
    Pelbagai kompilasi otak.

Tanda tanda wanita mengandung terkena gangguan jin Ummu Sibyan :

Rasa sesak dada terutamanya selepas waktu asar, yang mungkin berlarutan hingga tengah malam.

Kusut fikiran.
Sakit di bagian tulang-tulang belakang.
Mengigau ketika tidur.

Bermimpi dengan mimpi yang menakutkan.

Cara mengatasi Gangguan Ummu Sibyan 

 
Tutup Pintu dan tirai jendela Rumah diWaktu Maghrib.

jangan angkat atau masukkan baju  yang sudah bermalam diluar rumah (jemuran tak kering).

Merawat yg benar pada bayi.
Rebahkan anak, jangan biarkan matanya melihat ke arah tertentu, baca ayat Qursi dan 3 surat. yaitu Al ikhlas Al falah, dan An nas, kemudian tiup ke ubun-ubunnya sampai berhenti menangis.. Usir dia dengan bahasa dan bahasa masing masing seperti contoh( Wahai Ummu Sibyan pergilah kau keluar dari rumahku dan jangan ganggu anak anakku)InsyaAllah Ummu Sibyan akan pergi.

Pada wanita mengandung..

Bacakan doa-doa menghindar syaitan termasuk doa menghindar sihir seperti (surah al-Fatihah, ayat al-Kursi, surah al-Baqarah, surah Ali-Imran dan surah al-Mu’awwizat ) siapkan madu dan kurma Kemudian tiupkan pada madu asli dan kurma untuk diminum dan sebagai makanan pembuka setiap hari sebelum sarapan, boleh jga madunya dioleskan pada bibir bayi.

Boleh juga di bacakan doa doa pada minyak zaitun untuk di sapukan pada bagian dada dahi dan tulang belikat sebelum tidur.

Dibawah ini doa agar dilancarkan dlm proses persalinan, terhindar dari bala, dan gangguan jin Ummu Sibyan, serta doa agar diberkahi anak yg sholeh dan sholihah. 

Doa 7 Bulan Kehamilan /Janin yg masih dlm kandungan ibunya. 

اَللهُمَّ سَلِّمْنَا مِنْ اَفَاتِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْاَخِرَةِ فِتْنَتِهِمَا وَفَضِيْحَتِهِمَا اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ. اَللهُمَّ سَلِّمْ جَنِيْنَهَا وَعَافِ مَا فِى بَطْنِهَا مِمَّا لاَنَرْجُوْهُ وَنَخَافُ. سَلاَمٌ عَلَى نُوْحٍ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ. اَللهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ بِجَاهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَنْ نُصَلِّى عَلَيْهِ وَاَنْ نُسَلِّمُ جَنِيْنَهَا مِنِ الْاَفَاتِ وَالْعَاهَاتِ وَاْلاَمْرَاضِ وَعَنْ اُمِّ مُلْدَانِ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.... 

اَللهُمَّ اجْعَلْهُ مُسْلِمًا صَالِحًا عَابِدًا ذَاكِرًا حَافِظًا لِلْقُرْاَنِ الْكَرِيْم وَمِمَنْ يَعْمَلُوْنِ بِهِ. اَللهُمَّ اجْعَلْهُ بَارًّا بِوَالِدَيْهِ وَأَهْلِهِ. اَللهُمَّ حَسِّنْ خَلْقَهُ وَخُلُقَهُ. اَللهُمَّ أَعِذْهُ مْنِ شَيَاطِيْنِ اْلاِنْسِ وَالْجِنِّ. اَللهُمَّ سَهِّلْ وَيَسِّرْ حَمْلَهُ وَوَلاَدَتَهُ. اَللهُمَّ أَقِرُّ عَيْنِي بِهِ. اَللهُمَّ ارْزُقْنِيْ وَلَدًا وَاجْعَلْهُ تَقِيًّا ذَكِيًا. وَاجْعَلْهُ سَلِيْمًا مُعَافِيً وَلاَ تَجْعَلْ فِي خَلْقِهِ زِيَادَةً وَلاَ تُقْصَانًا. وَاجْعَلْ عَاقِبَتَهُ إِلَى الْخَيْرِ. اَللهُمَّ اَصْلِحْ لِي ذَاتِي وَذُرِّ يَتَي. اَللهُمَّ اسْتَوْدَعْتُكَ هَذَاالْجَنِيْنَ فَحَسِّنْ فِي خَلْقِهِ وَأَخْلاَقِهِ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللهُمَّ اِنِّيْ اَسْأَلُكَ هَوْنَ الطَلْقِ وَحُسْنَ الْخُلُقِ. 

. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا. 

Artinya :

Ya Allah, selamatkanlah kami Dari  bencana dunia dan azab akhirat, petaka dan keburukan keduanya (dunia dan akhirat), sungguh Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, sejahterakanlah janinnya, selamatkanlah kandungan di dalam perutnya dari sesuatu yang tidak kami harapkan dan yang kami khawatirkan. Kesejahteraan terlimpah pada Nuh di seluruh alam. Sungguh demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Ya Allah, sungguh kami memohon kepada-Mu dengan kepangkatan pemimpin kami Muhammad SAW, hendaklah Engkau menganugerahkan shalawat kepada Beliau, dan selamatkanlah janin ini dari bahaya, sakit, penyakit dan juga dari jin Ummi Muldin, dengan rahmat-Mu min wahai Tuhan yang paling pengasih diantara para pengasih.  


Ya Allah, jadikanlah dia (janin) seorang anak muslim yang salih, taat beribadah, selalu berdzikir dan memelihara Quran dan orang yang mengamalkan Quran. Ya Allah, jadikanlah dia anak yang berbuat baik pada kedua orang tua dan keluarganya. Ya Allah, baguskanlah fisik dan akhlaknya. Ya Allah, lindungilah dia dari setan manusia dan jin. Ya Allah, mudahkanlah kandungan dan kelahirannya. Ya Allah, jadikanlah dia permata hatiku. Ya Allah, berikan kami seorang anak dan jadikan dia anak yang bertakwa dan cerdas. Ya Allah, jadikan akhir hidupnya dalam kebaikan. Ya Allah, perbaikilah diriku dan anak cucuku. Ya Allah, aku titipkan janin ini pada-Mu. Maka, baguskanlah fisik dan akhlaknya. Ya Allah, aku memohon padaMu, mudahkanlah proses kelahirannya dan baguskanlah bentuknya.


Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan anak keturunan kami sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami sebagai imam kaum bertaqwa.

Itulah bacaan doa untuk janin/bayi dalam kandungan yang biasa dibaca saat acara syukuran mitoni atau Doa Syukuran 7 Bulan Kehamilan.

Demikian semoga bermanfaat.